Unpad Ingin Perkaya Penelitian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Unpad Ingin Perkaya Penelitian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
PERISTIWA | 26 Februari 2020 22:51 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Padjadjaran Pangandaran (PSDKU UNPAD Pangandaran) dan Research Synergy Foundation (RSF) menyelenggarakan International Conference on Creative Economy and Sustainable Tourism (1st ICEST) yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Indonesia. Direktur PSDKU UNPAD Pangandaran Bambang Hermanto mengatakan pihaknya merupakan simbol betapa berhasratnya Universitas Padjadjaran untuk berkontribusi lebih besar pada akses pendidikan tinggi dalam pengembangan namun memiliki potensi tinggi, seperti Pangandaran.

"Di Pangandaran, kami berusaha untuk memberikan ilmu dan keterampilan terutama kepada masyarakat, di lima bidang pendidikan, yaitu perikanan, ilmu hewan, administrasi bisnis, ilmu komunikasi, dan keperawatan. Ini adalah harapan kami untuk meningkatkan paparan pendidikan tinggi bagi orang-orang Pangandaran. Namun, demi aksesibilitas, kami memutuskan untuk menyelenggarakan acara ini di Bandung. Kami berharap dengan kehadiran Universitas Padjadjaran di Pangandaran akan mempercepat perkembangannya," kata Bambang, Rabu (26/2).

Bambang melanjutkan, ICEST pertama memiliki dua tujuan utama. Pertama untuk menyediakan platform dalam studi ekonomi dan pariwisata berkelanjutan. Kemudian untuk menghadirkan dan mempromosikan Pangandaran ke dalam atmosfer internasional bahkan lebih, terutama dalam lingkup akademik.

"Disadari bersama bahwa untuk berkembang secara berkelanjutan, diperlukan komitmen yang kuat untuk bertahan dalam ujian waktu. ICEST ini adalah salah satu dari komitmen tersebut," katanya.

Mitra Saintifik Resmi ICEST pertama ini adalah Research Synergy Foundation (RSF). RSF telah dikenal oleh para peneliti dunia sebagai platform social enterprise yang memiliki fokus dalam penguatan ekosistem penelitian.

"Sebuah penelitian yang baik adalah yang bisa tersosialisasikan keilmuwannya dan kebermanfaatannya ke publik pada umumnya, dan peneliti lainnya pada khususnya. Melalui media konferensi internasional, RSF membantu lebih dari 40 universitas dan asosiasi keilmuwan di dunia untuk mendapatkan akses publikasi ilmiah dan saintifik forum internasional," katanya.

Sementara itu, pendiri Research Synergy FoundationHendrati Dwi Mulyaningsih memaparkan problematika yang kerap dialami oleh para peneliti di Indonesia pada khususnya. Terutama fenomena Perguruan Tinggi yang saat ini dituntut oleh target publikasi tertentu.

"Diperlukan penguatan secara holistik dan tidak parsial. RSF hadir di Indonesia sebagai solusi yang dapat membantu peneliti maupun Perguruan Tinggi Indonesia untuk dapat bersaing secara global. Dengan Ekosistem Riset yang telah dibangun dan terus diperkuat oleh RSF, yaitu: Scholarvein, Reviewer Track, Research Synergy Institute, dan RSF Press. Kami optimis Indonesia dapat meningkatkan daya saing penelitiannya di skala global," paparnya.

Tujuan akhir konferensi ini untuk memperkaya budaya penelitian di lingkungan PSDKU UNPAD Pangandaran pada khususnya. Sekaligus juga agar dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam penelitian di bidang pariwisata serta ekonomi kreatif. Acara akademik ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperluas jaringan dan berkolaborasi dengan para peneliti lain dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai belahan dunia. (mdk/eko)

Baca juga:
Guru Besar Unair: Jahe, Kunyit dan Temulawak Bisa Tangkal Virus Corona
5 Program Studi Baru di Universitas Airlangga, Ada Jurusan Teknik Robotika
10 Artis yang Memilih Vakum Sementara Demi Melanjutkan Pendidikan
Pamekasan, Salah Satu Kabupaten dengan Jumlah Sekolah Terbanyak di Indonesia
5 Potret Rumah Baca Jeung Sajabana dan Gerakan Literasi Sunda Uwak Sas
12 Program Studi Unair Bakal Terima Akreditasi Internasional

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami