UNS kirim 3 nama calon rektor ke Menteri Ristek dan Dikti

PERISTIWA | 9 Januari 2015 10:01 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sukses menyaring 3 nama calon Rektor dalam waktu dekat ini. Ketiga nama yang akan menjabat pimpinan tertinggi di UNS periode 2015-2019 tersebut selanjutnya diserahkan kepada Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Menurut Ketua Penitia Penyelenggara Pemilihan Calon Rektor, Joko Nurkamto, dari 5 nama yang lolos dalam tahap penyaringan diambil 3 nama yang memperoleh suara terbanyak. 3 Nama tersebut berhak untuk mengikuti proses pemilihan Rektor UNS, 5 Februari 2015 mendatang.

"Ada 3 nama hasil penyaringan yang berhak mengikuti pemilihan dihadapan senat dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi. Senat mendapatkan suara sebanyak 65 persen dan suara Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi sebanyak 35 persen," jelasnya.

Ketiga nama yang lolos dalam penyaringan calon rektor tersebut adalah, Ravik Karsidi yang mendapatkan suara sebanyak 73, Ahmad Yunus 24 suara, MS, serta Adi Sulistyono 18 suara. Sedangkan 2 kandidat lain yaitu Prabang Setyono dan Moch Nadjib Imanullah masing-masing mendapatkan satu suara dan nol suara.

"Anggota senat yang berhak memilih ada 123 orang tetapi yang hadir sebanyak 120 orang," terang dia.

Berdasarkan peraturan yang baru, lanjut Joko, yang berhak memilih rektor baru adalah senat dan menteri. Tidak melibatkan unsur lain seperti perwakilan mahasiswa atau dosen.

Menurut Joko, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 33 tahun 2012, mengenai Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah, maka pengangkatan rektor melakukan empat tahap. Yakni tahap penjaringan bakal calon, tahap penyaringan calon, tahap pemilihan calon dan tahap pengangkatan.

"Dalam tahap pemilihan calon, tiga nama yang telah lolos tahap penyaringan akan membacakan visi dan misi mereka dalam sidang tertutup dihadapan senat dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi," jelasnya.

Tahap penjaringan bakal calon, kata dia, telah dilaksanakan 10 November hingga 5 Januari 2015 yang lalu. Pihaknya telah menyebar form pendaftaran ke setiap fakultas. Namun yang mengembalikan hanya 6, sedangkan satu lainnya mengundurkan diri. (mdk/gib)

Tangerang minta wacana buku pelajaran diganti tablet dikaji lagi

Hadapi MEA, menristek akan setarakan perguruan tinggi Indonesia

Rendahnya pendidikan bikin tenaga kerja Indonesia terpinggirkan

Anies Baswedan gandeng Menkominfo dan Telkom bangun e-Sabak

Ahok: Anak tidak kursus & kurang gizi sulit masuk sekolah negeri

Kakek miskin di China, 40 tahun berjuang akhirnya kini S2

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.