Upaya Hidupkan Lagi Geliat Wisata di Lombok Usai Gempa Dahsyat

PERISTIWA | 23 Agustus 2019 19:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dampak akibat gempa dahsyat dengan magnitudo 7,0 yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5 Agustus 2018 masih terasa hingga kini. Sebab, gempa tidak hanya merusak sendi kehidupan di Lombok, tetapi juga menghantam sektor pariwisata yang menjadi andalan di pulau tersebut.

Pegiat wisata, Anisha Putri bertekad untuk membangun kembali sektor pariwisata di pulau itu.

"Saat itu, semuanya hancur, para wisatawan diimbau untuk tidak berada di Lombok dan mereka banyak yang meninggalkan Lombok dan kembali ke negaranya," kata Anisha, mengenang gempa dahsyat yang memporak-porandakan Lombok, Jumat (23/8).

Akibatnya, kunjungan wisatawan langsung menurun drastis. Dampak gempa membuat investor lokal serta asing merasa takut untuk menanamkan modal di Lombok.

Meski begitu, Anisha Putri serta para penggiat wisata lainnya tidak mau terpuruk. Mereka terus mempromosikan pulau dengan aneka keindahan alam ini. Mereka bertekad agar Lombok dapat kembali ramai dikunjungi wisatawan dan investor, seperti sebelum gempa terjadi.

Anisha mengajak para investor dan teman dekat yang dikenalinya guna membantu korban gempa. "Kami mengajak semua memberikan bantuan kepada korban," kata Anisha.

Setelah beberapa bulan bencana berlalu, Anisha menyampaikan pesan kepada teman-temannya di luar negeri bahwa Lombok sudah kembali aman dan meminta mereka untuk kembali mengunjungi ke Lombok.

"Semua teman-teman saya yang kerap berinvestasi, saya arahkan untuk kembali di Lombok. Ada yang mau, ada yang tidak, dan kebanyakan dari mereka mau berinvestasi kembali. Namun menunggu Lombok benar-benar sudah pulih," kata Anisha.

Teman-teman Anisha turut membantu menginformasikan bahwa saat ini Lombok sudah kembali aman. Pemerintah daerah setempat juga menggencarkan mitigasi dan berbagai tempat wisata sudah ditata kembali.

Saat ini, setelah hampir setahun gempa dahsyat itu berlalu, perlahan namun pasti, Lombok kembali berbenah. Beberapa investor yang dihubungi mulai menjajaki bisnis dengannya seperti mencari lahan untuk membangun vila, atau hotel.

Anisha menyatakan, dalam waktu dekat, puluhan investor dari Singapura dijadwalkan mendatangi ke Lombok. "Kemungkinan mereka akan berinvestasi di Lombok karena banyak yang sudah tahu bahwa Lombok sudah aman," pungkas Anisha Putri.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Korban Gempa Lombok Masih Tinggal di Huntara dan Kesulitan Air Bersih
2 Terdakwa Kasus Pungli Dana Masjid Pascagempa Lombok Dituntut 2 Tahun Penjara
Bos Bappenas Minta Pemprov NTB Lakukan Diversifikasi Ekonomi
Pemerintah Gelontorkan Rp 5,1 T Untuk Korban Gempa Lombok
Jokowi Mampir Toko Bangunan di NTB, Cek Stok Semen dan Baja Ringan
Jokowi Tinjau Pembangunan Rumah Tahan Gempa di Kota Mataram

(mdk/rnd)