Upaya Pemerintah Kejar Target Indonesia Bebas Corona pada 2022

Upaya Pemerintah Kejar Target Indonesia Bebas Corona pada 2022
Vaksin Massal Nakes di Istora. ©2021 merdeka.com/imam buhori
PERISTIWA | 9 Februari 2021 09:54 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimis Indonesia bebas Covid-19 pada tahun 2022. Upaya pemerintah mengurangi penyebaran kasus positif Covid-19 masih sesuai rencana, termasuk program vaksinasi.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, lebih dari 900 ribu tenaga kesehatan sudah terdata untuk divaksinasi Covid-19. Dari jumlah itu, sekitar 750 ribu tenaga kesehatan sudah divaksinasi.

"Kita masih sampai Februari ya untuk vaksinasi ini. Tentunya masih cukup waktu untuk kita menyelesaikan dan masih on the track," kata Siti Nadia Tarmidzi, Senin (8/2).

Pemerintah optimis vaksinasi kepada tenaga kesehatan akan berjalan sesuai rencana. Karena tidak ada yang menolak. Banyaknya tokoh masyarakat yang bersedia divaksinasi juga memudahkan pelaksanaan vaksin.

"Jadi kita cukup optimis karena hampir seluruh masyarakat mau membantu kita melaksanakan vaksinasi," tuturnya.

Maka itu, dia tidak sepakat dengan prediksi Bloomberg bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia baru akan berakhir 10 tahun lagi, kalau melihat jumlah orang yang divaksinasi setiap hari.

"Kan kita tahu bahwa kita itu roadmapnya 15 bulan. Bahkan, kalau bisa kita optimalkan menjadi 12 bulan sesuai arahan bapak Presiden," kata Siti.

Dia melanjutkan, target tenaga kesehatan yang divaksinasi hingga akhir Februari 2021 sebanyak 1,5 juta. Target berikutnya sebanyak 17,4 juta tenaga kesehatan.

"Selain terkait target, juga kapan ketersediaan vaksinnya. Kami juga melakukan berbagai akselarasi untuk meningkatkan kemampuan melakukan vaksinasi masyarakat. Jadi tidak bisa dinilai secara linear saja," ungkapnya.

Selanjutkan, dia membeberkan upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi. "Yang pertama, kami menambah vaksinator. Vaksinator saat ini 31 ribu, akhir Maret akan mencapai 81 ribu vaksinator tersebar," katanya.

Selain vaksinator, fasilitas layanan kesehatan tempat vaksinasi akan ditambah. Saat ini, kata dia, ada sekitar 11 ribuan fasilitas layanan kesehatan rumah sakit, klinik, Puskesmas dan kantor kesehatan pelabuhan yang menjadi tempat pelayanan vaksinasi.

"Ini akan ditambah karena kita masih punya sekitar 10 ribu lagi fasilitas layanan kesehatan yang bisa dioptimalkan. Upaya kedua adalah melakukan vaksinasi secara terpusat atau massal. Selain adanya vaksin gotong-royong itu juga akan mempercepat perluasan dan target vaksinasi," jelasnya.

Sedangkan untuk mengatasi persoalan data penerima vaksin, Kemenkes mengombinasikan pendaftaran vaksin secara online dan manual. Kemenkes menunggu data secara berjenjang dari mulai tingkat Puskesmas, dinas kesehatan kota/kabupaten serta provinsi hingga ke tingkat pusat.

"Untuk mempermudah pelayanan vaksinasi kita membuka aksesnya, sehingga orang bisa datang dengan membawa KTP, menyebutkan nomor induk, ditambah dengan STR (surat tanda registrasi) dia sudah bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi," katanya.

Dia menjelaskan, vaksin Sinovac sudah tiba di Indonesia secara bertahap, 1,2 juta, kemudian 1,8 juta. Sebanyak 15 juta masih dalam bentuk setengah jadi yang saat ini menunggu izin dari BPOM.

"Kita juga baru datang 10 juta dosis ya yang akan diubah jadi vaksin di Bio Farma. Kita juga sudah punya jadwal kedatangan vaksin Sinovac lagi di akhir Februari," ujarnya.

Untuk Lansia

Program vaksinasi perdana bagi nakes lansia telah dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan di DKI Jakarta sejak Senin (8/2).

Vaksinasi dilakukan di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo bagi 15 dokter yang berusia di atas 60 tahun.

Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, vaksinasi untuk usia di atas 60 tahun ini adalah komitmen dari pemerintah untuk melindungi khususnya kelompok atau populasi yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi.

"Harapan kami tentunya dengan pelaksanaan vaksinasi ini akan ada sekitar 11.000 tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun yang bisa kebal yang kita berikan perlindungan," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (9/2).

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K) mengatakan, peserta vaksinasi ini adalah para guru besar yang merupakan tenaga pendidik pelayanan spesialis.

"Izin pemberian vaksin kepada usia di atas 60 tahun telah ada sehingga kita bisa melindungi para senior kita yang amat sangat kita butuhkan tenaganya dalam memberikan pelayanan maupun pendidikan di RSCM ini," katanya.

Vaksinasi Covid-19 di RSCM hingga Senin dilakukan terhadap kepada 15 dokter senior. Total dokter usia di atas 60 tahun di RSCM sebanyak 90 orang dengan vaksinasi bertahap.

Program vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia juga dilakukan di Puskesmas Kramat Jati Jakarta Timur bagi 19 nakes berusia di atas 60 tahun. Nakes yang divaksinasi di Puskesmas Kramat Jati merupakan nakes yang masih aktif bekerja di wilayah Kecamatan Kramat Jati.

Kepala Puskesmas Kramat Jati dr Inda Mutiara mengatakan sejauh pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk usia di atas 60 tahun yang digelar hari ini tidak ada kendala yang signifikan.

"Kalau kendala saya harap tidak ada ya, yang penting kami betul-betul ketat di meja skrining karena di situ adalah penentuannya. Memang kami melakukan vaksinasi sesuai SOP nya," katanya.

Tidak ada KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi) yang terjadi pada peserta vaksinasi lansia sejak setelah vaksinasi hingga selesai observasi selama 30 menit. Pihaknya telah menyediakan ruang gawat darurat apabila terjadi KIPI.

"Sejak Observasi tadi itu betul-betul harus dilakukan dipantau dan kami juga menyiapkan ruangan gawat darurat jika memang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Umumnya, pada saat skrining sebelum vaksinasi kondisi penerima vaksinasi Covid-19 dalam keadaan sehat. Namun ada juga sebagian lansia yang memiliki komorbid seperti diabetes, asma, dan yang terbanyak biasanya hipertensi, demikian Inda Mutiara. (mdk/rnd)

Baca juga:
BPOM Keluarkan Izin, Sultan HB X Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Ikuti Arahan Erick Thohir, Petrokimia Gresik Gelar Donor Darah Plasma Konvalesen
Ketua KPK Beberkan 8 Rambu Pencegahan Korupsi Dalam Penanganan Pandemi Covid-19
Sempat Kritis, Wakil Wali Kota Depok Gunakan Ventilator
Sebelum Hilang, Keluarga Sempat Minta Jenazah Korban Covid di NTT Dipindah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami