Usai 2 ASN Meninggal karena Corona, Kantor Kemenag Jember Berlakukan Lagi WFH

Usai 2 ASN Meninggal karena Corona, Kantor Kemenag Jember Berlakukan Lagi WFH
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
PERISTIWA | 8 September 2020 12:05 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember kembali menerapkan Work From Home (WFH) atau sistem bekerja dari rumah. Kebijakan itu diberlakukan lagi setelah dua aparatur sipil negara (ASN) di lembaga tersebut meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Ya benar, memang kami memberlakukan aturan WFH sehingga para pegawai bekerja dari rumah mulai hari ini sampai 21 September mendatang. Kami telah dan akan terus berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid," ujar Kepala Kantor Kemenag Jember, Muhammad saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (8/9).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Nota Dinas yang dikeluarkan oleh Kepala Kemenag Jember pada Senin (7/9), dan berlaku sejak hari Selasa (8/9) ini hingga 14 hari ke depan.

Informasi yang dihimpun, kebijakan itu diambil setelah dua orang ASN Kemenag Jember meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Dua orang ASN tersebut bekerja pada unit dan ruangan yang sama. Pegawai pertama wafat pertengahan pekan lalu, dan pegawai kedua meninggal pada hari Senin (07/09).

Dikonfirmasi hal tersebut, Muhammad enggan berkomentar lebih rinci. "Itu kewenangan dari Gugus Tugas Covid-19 Jember untuk menyampaikannya," lanjut Muhammad.

Sebagai antisipasi, Kemenag Jember akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruang kerja. "Ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 itu. Penyemprotan disinfektan kita akan berkoordinasi dengan PMI Jember," lanjut Muhammad.

Terkait layanan kepada masyarakat, Kemenag Jember akan berupaya untuk tidak sampai terganggu, meski pegawainya bekerja dari rumah. "Pelayanan kepada masyarakat, sekarang kan sudah bisa lewat online. Untuk pengurusan berkas atau legalisir bisa lewat website kami. Tetapi untuk yang mendesak tetap kita berikan secara offline," papar Muhammad.

Meski demikian, kebijakan WFH hanya diberlakukan untuk pelayanan di Kantor Kemenag Jember. Sedangkan untuk unit di bawahnya seperti Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di setiap kecamatan, akan tetap buka seperti biasa. "Masih tetap buka seperti biasa, tapi tetap dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19," jawab Muhammad.

Dalam surat edaran yang diterbitkan Kepala Kemenag Jember tersebut, seluruh ASN Kemenag Jember juga tidak diizinkan untuk pergi ke luar kota. Pegawai ASN Kemenag Jember diharapkan untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Untuk memastikan seluruh pegawai tetap bekerja, Kemenag Jember juga mewajibkan presensi kehadiran secara online di link yang disediakan. "Setelah 14 hari, nanti kalau sudah aman, akan kita buka. Setelah kita akan koordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 Jember," pungkas Muhammad.

Kebijakan WFH ini adalah yang kali kedua diterapkan oleh Kemenag Jember. Kebijakan WFH pertama diterapkan April 2020 lalu, saat awal pandemi mewabah. Saat itu, beberapa pegawai Kemenag Jember terpapar Covid-19 setelah pulang mengikuti pelatihan sebagai petugas Haji yang digelar Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Saat itu, belasan petugas haji dari berbagai kota di Jawa Timur, terpapar Covid-19 usai mengikuti pelatihan yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Klaster jemaah haji Sukolilo saat itu menjadi yang cukup mencolok di Jawa Timur pada awal pandemi. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami