Usai Banjir, Sungai Karang Mumus Samarinda Dikeruk

PERISTIWA | 15 Juli 2019 17:04 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Pemprov Kalimantan Timur dan Pemkot Samarinda mulai menata bantaran dan pendangkalan parah Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda. Pendangkalan sungai itu disinyalir jadi salah satu sebab banjir besar dua pekan di Samarinda, mulai 9 Juni 2019.

Pengerjaan pengerukan melibatkan TNI menggunakan APBD Kaltim Rp 1,9 miliar. Tahap awal, pengerukan dilakukan di sepanjang 1,2 kilometer dari 8,5 kilometer panjang alur SKM.

"Kita kerjasamakan libatkan TNI karena ini sifatnya darurat, tidak dilakukan tender lebih dulu. KPK memperbolehkan. Kalau tidak izinkan, mana berani kita lakukan proyek ini," kata Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor di lokasi kegiatan Jalan Dr Soetomo Gang Nibung, Senin (15/7).

Isran menepis keterlibatan TNI untuk menekan potensi konflik sosial. "Jangan dianggap seolah-olah pressure kepada masyarakat. Ini seterusnya kita kerjasamakan dengan TNI dan Polri," ujar Isran.

"Lihat saja kondisinya (pendangkalan sungai), dan pengerukan ini bukan satu-satunya solusi mengatasi banjir. Tapi ini sebagian kecil. Saya akan ikuti, dan terus perkembangannya," tegas Isran.

Namun demikian, lanjut Isran, Pemprov juga tetap meminta pusat membiayai normalisasi SKM. "Normalisasi ini agar jadi program strategis nasional. Supaya semua ditanggung pusat, meski pelaksanaan di daerah kita. Biayanya sekitar Rp 8 triliun sampai Rp 10 triliun. Karena itu harus komprehensif," ungkap Isran.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menerangkan, sementara dalam kegiatan pengerukan yang bersifat darurat itu, melibatkan 60 personel TNI.

"Termasuk alat berat. Target 1,5 bulan selesai untuk 1,2 kilometer untuk tahap awal sementara ini. Untuk meminimalisir konflik sosial, kita hindari itu, dan kita sosialisasikan terus bersama Pemda, dibantu Korem 091 ASN, termasuk Kepolisian. Setidaknya mereka paham dengan kegiatan ini, soal banjir 10 tahunan ini," terang Subiyanto.

Seperti diketahui, banjir 2 pekan sempat merendam ribuan rumah di 13 kelurahan dan 3 kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang dan Samarinda Ulu. Tidak kurang 56 ribu jiwa jadi korban terdampak banjir sejak 9 Juni 2019. Bahkan ikut melumpuhkan sebagian kawasan bisnis.

Baca juga:
Diterjang Banjir 2 Pekan, Pemkot Samarinda Bakal Relokasi 328 Rumah di Bantaran SKM
Masa Tanggap Darurat Banjir di Samarinda Diperpanjang 3 Hari
Pemprov Kaltim Tuding Aktivitas Tambang Batu Bara Turut Sebabkan Banjir Samarinda
Sungai Karang Mumus Meluap, Ratusan Rumah di Samarinda Kembali Kebanjiran
Suara Hati Warga Samarinda usai Dilanda Bencana Banjir
Hampir 2 Pekan, Banjir di Samarinda Tidak Kunjung Surut

(mdk/cob)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com