Usai Bawa WNI dari Wuhan, Pesawat Batik Air Disemprot Cairan Pembunuh Virus

Usai Bawa WNI dari Wuhan, Pesawat Batik Air Disemprot Cairan Pembunuh Virus
PERISTIWA | 3 Februari 2020 07:04 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Usai membawa ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, pesawat Batik Air dibersihkan terutama bagian kabin dan kargo atau bagasi. Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan cairan pembunuh virus.

Para WNI dievakuasi dari Wuhan lantaran merebaknya virus Corona. Wabah ini pertama kali muncul dideteksi pada 31 Desember di Wuhan. Hampir sebulan virus ini merebak, jumlah korban meninggal kian bertambah. Kementerian Kesehatan memastikan para WNI bebas dari virus Corona.

"Batik Air Airbus 330-300CEO dilakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, virus dan lainnya (disinfectant spray) oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) yang berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat," tutur Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro kepada wartawan, Senin (3/2).

Selain itu, pesawat juga menjalani fase pengerjaan yang meliputi sterilisasi, penggantian saringan udara kabin dan perawatan berkala selama beberapa hari.

Setelah pesawat dilakukan sterilisasi oleh pihak berwenang, KKP dan TNI AU memberikan izin kepada tim Batam Aero Technic (BAT) untuk melakukan penggantian HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter, yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat.

Prosedur tersebut sesuai anjuran Airbus, dikarenakan sistem HEPA efektif untuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat. Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar.

"Setelah dinyatakan steril oleh KKP, Airbus 330-300CEO ditarik ke hanggar Batam Aero Technic untuk tahapan jadwal perawatan pesawat berkala (schedule maintenance)," terangnya.

Saat mengevakuasi para WNI, Batik Air membawa 18 kru dan 30 tim medis, Sabtu (1/2). Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 13.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 19.00 waktu setempat.

Penerbangan bernomor ID-8619 rute Bandara Internasional Tianhe Wuhan tujuan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) berangkat pada 04.30 waktu setempat, dan mendarat di Batam pukul 08.30 WIB. (mdk/cob)

Baca juga:
Stok Makanan Menipis, 8 Mahasiswa Asal Serang di China juga Ingin Pulang
Lokasi Karantina Cuma Hanggar Pesawat, Warga Natuna Takut Kena Corona
Wabah Corona dan Tangis Ibu Demi Keluar dari Kota Wuhan Karena Anak Leukimia
Mahfud MD: Mulai Lusa, Penerbangan Dari dan Menuju China Ditutup
'WNI dari Wuhan Lebih Baik Dikarantina di Kapal Perang TNI AL'
Netizen Malaysia Ramai Sebut Pengidap Corona Akan Jadi Zombie
AS Siapkan 4 Markas Militer untuk Lokasi Karantina Virus Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami