Usai Bentrok dengan Warga, Mahasiswa Papua Barat Sowan ke Ulama Makassar

PERISTIWA » MAKASSAR | 20 Agustus 2019 13:25 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - 25 Mahasiswa asal Papua Barat mendatangi kediaman KH Abdul Rahim Assegaf Puang Makka di Baji Bicara, Kecamatan Mamajang, Makassar. Situasi di Makassar sempat memanas karena terjadi bentrokan di asrama mahasiswa Papua Jalan Lanto Daeng Pasewang, kemarin malam.

KH Haji Abdul Rahim Assegaf Puang Makka adalah ulama terkemuka di Makassar. Dia adalah mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makkasary.

Para mahasiswa asal Papua Barat ini di antaranya berdiam di Jalan Perintis Kemerdekaan VII (bukan di asrama) dan sekitar lokasi bentrok. Meski demikian mereka merasa khawatir sehingga berinisiatif untuk menyambangi Habib Abdul Rahim Assegaf Puang Makka di kediamannya.

"Kami datang di sini untuk minta nasihat dan bimbingan. Karena kita ketahui telah terjadi kesalahpahaman (bentrokan di asrama Papua) membuat kami merasa terganggu, dihantui," kata Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Papua Barat, Rustam Kambori di Makassar, Selasa (20/8).

"Apalagi kami di sini ingin nuntut ilmu untuk mengubah nasib kita ketika kembali ke daerah masing-masing, jadi kami minta nasihat. Semoga pertemuan ini bukan awal dan berakhir tapi awal untuk seterusnya," tambahnya.

KH Abdul Rahim Assegaf Puang Makka mengatakan pihaknya sangat bahagia dikunjungi oleh anak-anak, saudara-saudara dari Papua untuk bersilaturrahmi.

©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

"Jadi saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena anak-anak sebangsa saya, se tanah air datang ke sini untuk mohon nasihat, wejangan. Mereka ini calon intelektual, terpelajar, bukan anak jalanan yang punya insting, nalar sehingga mereka datang ke ayahnya, yang dianggap ayah untuk minta dinasihati menyikapi masalah yang terjadi beberapa hari lalu, termasuk yang terjadi semalam," jelasnya.

Nasihat yang diungkap di hadapan mahasiswa, untuk kedepankan kasih sayang yang bukan hanya diajarkan oleh Islam tapi juga agama lain. Menurutnya, kejadian beberapa hari lalu termasuk yang di Makassar adalah kejadian biasa yang semestinya tidak terlalu dihebohkan.

"Itu hal yang biasa. Yang namanya kesalahpahaman itu biasa dalam kehidupan umat manusia. Hanya saja memang perlu dipahami suasana negara kita saat ini sudah berbeda dengan yang dulu. Saat ini karena perkembangan informasi dan teknologi, kejadian dimanapun bisa cepat diketahui sehingga saya ingatkan untuk cek dan ricek. Dalam Islam itu, tabayyun, tabayyun dan tabayyun, cek benar salahnya sehingga kita kita tidak bertindak asal-asalan," pesannya.

Akhir pertemuan mahasiswa ini ditutup dengan menyatakan tetap setia dalam bingkai NKRI dan mengutuk tindakan provokatif yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca juga:
Situasi Makin Kondusif, Pertamina Salurkan BBM di Manokwari, Sorong, dan Jayapura
Ganjar Pranowo Jamin Keamanan Warga Papua di Jateng
Massa di Sorong Papua Kembali Demo Desak Insiden di Surabaya dan Malang Dituntaskan
Usai Rusuh Manokrawi, Jokowi Disarankan Kunjungi Papua dan Papua Barat
Polisi Drop Makanan untuk Mahasiswa Papua Usai Pelemparan Asrama di Makassar
Enggan Tanggapi Perkembangan Papua, Wiranto Bilang 'Rawat Persatuan, Itu Saja'

(mdk/did)