Usai Demo di Gedung DPRD Bali, Mahasiswa Bergeser ke Kantor Gubernur

PERISTIWA » MAKASSAR | 24 September 2019 14:13 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Massa mahasiswa mendatangi kantor DPRD Bali untuk menyuarakan penolakan kebijakan pemerintah yang dianggap kontroversial dan merugikan rakyat, Selasa (24/9). Saat tiba di kantor DPRD Bali, mereka tidak bisa masuk lantaran pagar ditutup dan dijaga polisi.

Karena tidak kunjung dibuka, para mahasiswa melakukan orasi di depan Gedung DPRD Bali dengan perwakilan kampus masing-masing. Usai melakukan orasi, massa bergeser ke kantor gubernur Pemerintah Provinsi Bali, yang tidak jauh dari kantor DPRD Bali.

Juru bicara aksi #BaliTidakDiam, I Gede Andi Juniarta menyampaikan, bahwa mereka tidak diam untuk mendukung mahasiswa di daerah lain yang menggelar aksi serupa.

"Bali tidak diam ini, kita menyuarakan aspirasi kita. Bahwa Bali bergerak ketika rekan-rekan kita di nasional, pusat bergerak, kita di sini juga bergerak. Itu tujuan utama dari aksi kita hari ini," ujarnya.

"Jadi di pusat juga kita sedang ada aksi. Teman-teman kita juga ikut aksi di sana bergabung dengan mahasiswa lainnya. Jadi kita bantu mendukung mereka. Jadi kita suarakan, suara kita di Bali bahwa Bali tidak diam. Karena di Bali ini juga bersuara dan ingin menunjukkan dukungan kawan-kawan kita yang berjuang di pusat," ujar Juniarta.

Mereka membawa empat tuntutan, pertama soal meminta kajian sejarah di Papua Barat, menghapus pasal dinilai kontroversial di UU KPK yang dianggap melemahkan KPK, tolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana RUU KUHP, serta penuntasan kasus kebakaran hutan dan lahan. (mdk/cob)

Baca juga:
Update Terkini Aksi Demo Mahasiswa di Berbagai Daerah
Berangkat Demo ke Gedung DPR, Mahasiswa di Tangsel Naik Truk
Demo Mahasiswa di Makassar Berakhir Ricuh
Demo Mahasiswa di Berbagai Daerah, Ridwan Kamil Sarankan Pemerintah Lakukan Dialog
Pengesahan RUU KUHP Ditunda, Wiranto Sebut Demo Penolakan Tidak Relevan Lagi
Polisi Bawa 3 Orang Usai Demo Berujung Kericuhan di Makassar

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.