Usai Dibunuh, Jasad Pelajar SMP di Simalungun Dikubur Separuh Badan

Usai Dibunuh, Jasad Pelajar SMP di Simalungun Dikubur Separuh Badan
PERISTIWA | 9 April 2020 10:04 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Pembunuhan sadis terjadi di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seorang remaja 13 tahun dibunuh dua remaja lain dan jasadnya dikubur separuh badan.

Korban diketahui bernama Canda Prayoga (13), warga Nagori Bahjoga, Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, Simalungun. Siswa kelas 2 SMP dilaporkan terakhir berangkat dari rumah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul GT dengan nomor polisi BK 4623 TAT pada Sabtu (4/4) malam.

Dua tersangka pelaku pembunuh Canda telah ditangkap. Keduanya masih berusia remaja dan dikenal korban, yakni RBP (17), warga Marihat Bayu, Bahjoga, Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, Simalungun, dan MA (18), warga Nagori Bangun, Gunung Malela, Simalungun.

Mereka diduga membunuh dan mengubur jasad Canda di areal perkebunan karet PTPN III Afdeling II Blok I, sekitar Jalan Asahan, Nagori Bangun, Gunung Malela, Simalungun, Senin (6/4). Dugaan sementara, mereka ingin menguasai harta korban.

Jasad korban pertama kali ditemukan seorang warga yang hendak menggembala sapi, Rabu (8/4). Saksi awalnya mencium bau tak sedap di areal perkebunan karet. Setelah dicari ternyata ada mayat yang terkubur pada bagian dada ke bawah, sementara bagian atas tubuhnya ditutupi dengan dedaunan dan tumbuhan menjalar.

"Mendapat laporan, kita langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) dan langsung melakukan tindakan, mulai dari memasang police line dan mencari bukti di seputaran lokasi," kata Kapolsek Bangun, AKP Banuara Manurung.

Petugas menemukan satu cangkul yang diduga digunakan untuk menanam tubuh korban. Jasad itu pun teridentifikasi sebagai Canda. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap pelaku pembunuhan itu. Hari itu juga mereka menangkap RBP dan MA. "Kedua pelaku sudah kita amankan dan sedang dilakukan pemeriksaan di Polsek Bangun," sebut Banuara.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku melakukan pembunuhan itu untuk menguasai harta korban. Pelaku awalnya mengajak Canda berkeliling berbonceng tiga. Sesampainya di tengah perkebunan karet, mereka menghabisi remaja itu dengan cara mencekik, lalu menguburnya.

Kedua pelaku membawa kabur sepeda motor dan handphone korban. Sepeda motor itu telah dijual ke penadah seharga Rp1.750.000. Pengakuan kedua tersangka masih didalami polisi untuk mengetahui motif pastinya.

"Kita masih melakukan pendalaman," tutup Banuara. (mdk/fik)

Baca juga:
Kronologi Transgender di Cilincing Tewas Usai Dibakar
Seorang Transgender Perempuan di Cilincing Tewas Dibakar Massa
Sakit Hati Diminta Uang Rp1 Juta, Seorang Pria di Bekasi Bunuh Pacar
Pemuda Tewas Dikeroyok Puluhan Orang di Flyover Kranji
2 Perampok 'Geng Teras' Pembunuh Pedagang Kelontong di Depok Kembali Ditangkap Polisi
MA Tolak Banding, Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Tetap Dihukum Mati

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami