Usai Ditangkap, Rumah Tersangka Pembuat Hoaks Server KPU Di-setting Lengang

PERISTIWA | 18 Juni 2019 20:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri menangkap WN alias Wahyu Nugroho (54) di Jalan Mangunrejan, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (11/6) sekitar pukul 21.45 WIB. Wahyu diduga sebagai pembuat berita bohong alias hoaks terkait kebocoran server KPU dan adanya pengaturan untuk memenangkan salah satu paslon Pilpres 2019.

Usai penangkapan sepekan lalu, rumah Wahyu yang ada di Jalan Jenggolo no 44, Kampung Tapen RT 01 RW 06, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo itu terlihat lengang. Saat sejumlah media mengetuk pagar rumah tersebut, tak ada jawaban ataupun penghuni yang keluar. Pemilik sepeda motor yang diparkir di depan rumahpun tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

"Beberapa hari ini memang sepi. Saya tidak tahu mereka ke mana, mobilnya juga tidak ada," ujar Jono, salah satu tetangga Wahyu.

Sementara itu Ketua RW 06, Indaryanto, membenarkan jika Wahyu telah ditangkap oleh polisi. Sejak penangkapan tersebut, kondisi kesehatan istri Wahyu, Sri Haryanti menurun hingga dirawat di rumah sakit.

"Istrinya jatuh sakit setelah Pak Wahyu ditangkap polisi. Sekarang masih dirawat di rumah sakit," ungkapnya.

Terkait penangkapan Wahyu, baik dirinya maupun warga mengaku kaget. Mereka tidak menyangka peristiwa tersebut dialami Wahyu. Menurut warga, selama ini Wahyu dikenal sebagai sosok yang baik, pendiam dan dermawan, meskipun jarang bersosialisasi.

"Kalau istrinya aktif dalam berbagai kegiatan. Malah beberapa kali , dia mengisi tausiyah. Ikut ke posyandu, kegiatan RT, pengajian," ungkapnya.

Baca juga:
Polisi Tangkap Pembuat Hoaks Server KPU Bocor dan Settingan
Tangkal Semburan Dusta, Pemerintah Perlu Siapkan SDM dengan Kecerdasan Emosional
Budiman Sudjatmiko Tegaskan Semburan Dusta Tak Bisa Capai Kemenangan Politik
Wiranto Tegaskan Takkan Batasi Akses Media Sosial Selama Sidang MK
Pangdam Jaya Ingatkan TNI/Polri Jangan Jadi Provokator dan Sebar Berita Bohong
Polri Bantah Hoaks Rancang UU Permudah Penjarakan Anggota TNI

(mdk/bal)