Usai Lebaran, Pemkot Solo Setop Karantina Pemudik

Usai Lebaran, Pemkot Solo Setop Karantina Pemudik
PERISTIWA | 26 Mei 2020 00:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, tidak lagi membawa pemudik tujuan Solo ke rumah karantina untuk menjalani karantina selama 14 hari. Karantina dialihkan secara mandiri di rumah masing-masing. Kebijakan tersebut berlaku mulai tanggal 29 Mei 2020.

Diketahui ada tiga lokasi rumah karantina yang disediakan Pemkot Solo untuk pemudik. Ketiga lokasi tersebut, yakni Grha Wisata Niaga, Dalem Joyokusuman, dan Dalem Priyosuhartan.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengungkapkan, Pemkot Solo memutuskan tidak lagi melakukan karantina bagi pemudik tujuan Solo. Keputusan tersebut diambil setelah mengamati tren kedatangan pemudik tujuan Solo usai Lebaran jumlahnya terus berkurang.

"Karantina tetap diberlakukan, tetapi tidak lagi di rumah karantina milik Pemkot Solo. Karantina dipindahkan ke rumahnya masing-masing," ujar Ahyani, Senin (25/5).

Ahyani mengatakan pemudik yang saat ini masih menghuni rumah karantina tetap harus menjalani karantina sampai waktu 14 hari habis. Pemkot Solo setelah Lebaran selesai mulai menyiapkan ke arah new normal sesuai instruksi pemerintah pusat.

"Fokus penanganan COVID-19 saat ini menyiapkan ke arah arah new normal. Terkait teknis seperti apa masih menunggu panduan dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan)," kata dia.

Korlap Posko Penanggulangan COVID-19 Grha Wisata, Singkirno menambahkan, saat ini total ada 53 pemudik yang masih menjalani karantina di rumah karantina Pemkot Solo. Data tersebut tercatat, Sabtu (23/5).

"Pemudik yang ada di rumah karantina tidak hanya datang dari lokal. Pemudik dari luar negeri Maladewa, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Amerika Serikat juga ada kami karantina di sini (Gedung Grha Wisata," papar dia.

Singkirno akan mengikuti kebijakan Pemkot Solo yang menghentikan operasional rumah karantina mulai tanggal 29 Mei. Diakuinya, jumlah pemudik turun drastis usai Lebaran.

"Paling banyak sepekan lalu ada belasan pemudik datang. Sekarang sudah tidak ada lagi pemudik. Usai Lebaran justru yang mudik mulai balik ke daerah perantauan," tutup dia. (mdk/noe)

Baca juga:
25 Mahasiswa UMS Asal Thailand Tak Bisa Mudik
Polda Jabar Sekat Arus Lalin, Halau Pemudik Balik ke Jakarta
Lebaran Hari Kedua, 37 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Tumpangi bus AKAP, 608 Warga ke Luar Jakarta lewat Terminal Pulogebang
Hingga Hari Pertama Lebaran, 310.000 Kendaraan Melintas di Tol Sumatera
Arus Balik, Pemudik Tak Punya SIKM akan Dilarang Polisi Masuk Jakarta
2.000 SIKM Ditolak Pemprov DKI, Ada yang Izin Halal Bihalal hingga Reunian

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5