Usai mabuk bareng, Rudi tikam leher Saifudin hingga tewas

Usai mabuk bareng, Rudi tikam leher Saifudin hingga tewas
Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 12 Maret 2018 09:32 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - kaki kiri Rudi Andriani (20), pemuda pengangguran di Kongbeng, Kutai Timur, Kalimantan Timur, terpaksa ditembak polisi saat berusaha kabur dalam penyergapan petugas, Minggu (11/3) siang. Dia diduga menikam leher rekannya, Saifudin (17), hingga tewas saat mabuk miras.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (10/3) malam, di lapangan bola kawasan Jalan Desa Marga Mulia, Kongbeng. Rudi dan Saifudin, dan rekan lainnya sedang berpesta miras.

Belakangan, diduga saat asik menenggak miras hingga mabuk, keduanya terlibat cekcok. Tanpa disangka, Rudi mengeluarkan senjata tajam di balik pinggangnya, dan menikam Saifudin.

"Penikaman tepat ditujukan di bagian leher atas, dan korban mengalami luka berat," kata Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Yuliansyah, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (12/3).

Akibat luka serius diderita Saifudin, nyawanya tidak terselamatkan saat berada di klinik desa setempat. "Sementara pelakunya (Rudi Andriani) ini langsung melarikan diri," ujar Yuliansyah.

Peristiwa itu sampai di telinga aparat Polsek Kongbeng, yang bergegas melakukan penyelidikan, dan mengidentifikasi pelaku. "Jadi, jam 2.15 hari Minggu siang kemarin, pelaku ini kita temukan berjalan mau pulang ke rumahnya," tambahnya.

Belakangan, Rudi sudah mengetahui bahwa dia sedang ditunggu polisi di rumahnya, dan berusaha kabur. "Dia berusaha melarikan diri. Sudah diberikan 3 kali tembakan peringatan, tapi dia tidak mengindahkan," ungkap Yuliansyah.

Tidak ingin buruannya kabur begitu saja, polisi terpaksa melepaskan tembakan yang mengarah ke kaki Rudi. "Tembakan yang bersifat melumpuhkan di betis kirinya. Setelah itu, dia kita bawa ke klinik, dan kemudian kita bawa ke rumah sakit umum Sangatta, untuk mendapatkan upaya medis lanjutan," terang Yuliansyah.

Rudi meringkuk di penjara polisi. Dia dijerat penyidik dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, sebagaimana diatur KUHP. (mdk/fik)


Ditangkap, pemuda di Kebumen yang penggal ibunya tak menyesal
Wanita yang ditemukan tinggal tulang di Dumai ternyata dibunuh suami
Kesal tak diberi Rp 500 ribu, pemuda di Kebumen tega bunuh ibu kandung
Utang Rp 20 juta di Bank jadi motif Ucup habisi Nuroni sahabatnya
Sempat dikeroyok warga, pelaku pembunuhan di Depok akhirnya ditangkap polisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami