Usai Penusukan Wiranto, Pintu Masuk dan Keluar Bali Diperketat

PERISTIWA | 12 Oktober 2019 23:34 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pihak kepolisian Bali memperketat pengamanan di pintu masuk maupun keluar Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (12/10).

Hal tersebut dilakukan, pasca terjadinya penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh anggota diduga teroris dan juga tertangkapnya dua anggota yang diduga jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) di Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (10/10) lalu.

"Intinya kita menghendaki situasi Kamtibmas di Jembrana maupun Bali aman dan kondusif," kata Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, di lokasi, Sabtu (12/10)

Dalam pemeriksaan tersebut, dilakukan terhadap orang, barang dan kendaraan yang masuk maupun keluar Bali. Pihak kepolisian juga melakukan secara teliti oleh petugas gabungan dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dan Polres Jembrana serta anggota Brimob Polda Bali.

Hal tersebut,untuk mengantisipasi masuknya pelaku jaringan teroris ke wilayah Bali, termasuk yang hendak ke Jawa melalui jalur darat.

"Antisipasi juga terhadap pelaku kejahatan lainnya, termasuk antisipasi peredaran narkoba dan bahan-bahan berbahaya," imbuh Kapolres.

Pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan setelah di Gilimanuk masih berlanjut di jalan raya dilakukan oleh masing-masing Polsek jajaran Polres Jembrana. Dilakukan secara bergiliran. Giat tersebut juga akan dilakukan ke daerah-daerah rawan dan tempat kos-kosan serta hiburan malam juga dilaksanakan dua kali sehari di masing-masing Polsek.

"Pemeriksaan tetap dilaksanakan seperti hari-hari sebelumnya sesuai SOP," ujar Kapolres.

Baca juga:
Yusril Ihza Mahendra Sebut Kejadian yang Dialami Wiranto Bukan Main-main
Ma'ruf Sebut Penyerangan Wiranto Bukti Paham Radikal Masih Berkembang di Indonesia
Nyinyiri Penyerangan Wiranto, Petinggi Dinas Pendidikan Kampar Diperiksa Polisi
Usai Operasi Usus, Wiranto sudah Bisa Buang Angin
Dicopot Gara-Gara Komentar Nyinyir Istri, Dandim Kendari Mengaku Ikhlas

(mdk/ded)