Usai Tragedi Sriwijaya Air, KNKT Kirim Pesan Penting Agar Pilot Lebih Waspada

Usai Tragedi Sriwijaya Air, KNKT Kirim Pesan Penting Agar Pilot Lebih Waspada
KNKT Konpers soal Sriwijaya Air. ©2021 Merdeka.com/istimewa
PERISTIWA | 10 Februari 2021 16:32 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Sriwijaya Air mengeluarkan surat edaran untuk mengingatkan para pilot agar selalu mengikuti buku panduan Operating Experience dan mempelajari kembali Training Aid. Para pilot juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap konfigurasi pesawat, posisi tuas pengatur tenaga mesin, serta waspada dengan mode flight system.

"Sriwijaya Air juga sudah meminta para pilot untuk melakukan active monitoring untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap posisi dan sistem pesawat selama penerbangan," kata Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Capt. Nurcahyo Utomo saat konferensi pers virtual KNKT, Rabu (10/2).

Sebab, dia mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi KNKT, FDR mencatat pada saat melewati ketinggian 8.150 kaki, tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri bergerak mundur (tenaga berkurang). Sedangkan tuas throttle kanan tetap dan pada ketinggian 10.900 kaki, sehingga pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif ketika arah pesawat di arah 016 derajat.

"Sikap pesawat pada posisi naik atau pitch up, dan pesawat miring ke kiri atau roll. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap," ujarnya.

Oleh sebab itu, Sriwijaya Air akhirnya memasukkan pelatihan bidang penanggulangan pesawat dalam kondisi upset (upset recovery training) ke dalam program Line Oriented Flight Training (LOFT) – Pilot Proficiency Check (PPC).

Nurcahyo mengatakan, karena permasalahan teknis yang terekam oleh FDR itu. Sriwijaya Air juga meminta para teknisi dan Maintenance Control Center untuk selalu mengikuti edaran keselamatan dari DJPU dan Company Maintenance Manual (CMM) setiap kali melakukan penanganan repetitive problem.

"Proses perbaikan juga harus menggunakan dan mengikuti Aircraft Maintenance Manual, Fault Isolation Manual, dan Illustrated Part Catalogue. Lalu pengisian AML (Aircraft Maintenance Log) juga harus dilakukan sesuai dengan QPM (Quality Procedure Manual)," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan, kebijakan tersebut harus dilakukan oleh pihak Sriwijaya Air sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan. Selain itu, KNKT juga telah menyampaikan rekomendasi soal penyempurnaan regulasi sesuai ICAO Annex terbaru, terkait pelatihan dan penentuan tahapan kondisi pada pesawat udara.

"Tanggal 28 Januari, kami sudah melakukan diskusi dengan operator penerbangan terkait pelaksanaan pelatihan bidang pencegahan dan penanggulangan pesawat dalam kondisi upset (upset prevention and recovery training)," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Sejumlah Kerusakan dan Perbaikan Sriwijaya Air SJ-182 Sebelum Kecelakaan
KNKT Temukan Lokasi CVR Sriwijaya SJ-182: Terendam di Bawah Lumpur
Detik-Detik Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Hasil Investigasi Awal KNKT
Polwan Ahli Forensik Bongkar Proses Autopsi Korban SJ-182, Ada Ratusan Body Part
4 Menit Sebelum Sriwijaya Jatuh: Ketinggian Turun, Moncong Naik dan Miring

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami