Usman Hamid Harap Tak Ada Lagi Kriminalisasi Jurnalis Peduli Lingkungan

Usman Hamid Harap Tak Ada Lagi Kriminalisasi Jurnalis Peduli Lingkungan
PERISTIWA | 25 Januari 2020 10:46 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengapresiasi penangguhan penahanan terhadap jurnalis asing, Phillip Jacobson. Usman berharap kasus semacam ini tidak terulang kembali terhadap jurnalis yang konsen terhadap isu lingkungan.

"Kami mendesak agar penahanan Philip tidak dilanjutkan karena saat ini Indonesia mengalami peningkatan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan dan jurnalis. Apalagi karena kami khawatir jika alasan sebenarnya di balik dakwaan pidana terhadap Jacobson bukan hanya pelanggaran visa tetapi kerjanya bersama Mongabay," kata Usman dalam siaran pers, Sabtu (25/1).

Kekhawatiran Usman berdasarkan temuan Phillip yang mengungkap adanya perusakan lingkungan, termasuk serentetan kebakaran hutan yang mengancam dan mencemari Indonesia baru-baru ini. Fakta ini, kata Usman, seharusnya menjadi dukungan kepada Indonesia dalam menjaga kekayaan lingkungan dan alamnya.

Usman juga berpesan agar pemerintah memperbaiki kebijakan jajarannya dalam menghadapi peran jurnalis dan aktivis. Meningkatnya penindasan dan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan dan jurnalis di Indonesia akan berdampak buruk pada siapa saja yang ingin melakukan pekerjaan jurnalistik atau penelitian di Indonesia.

"Pihak berwenang harus memastikan keselamatan aktivis lingkungan dan jurnalis dan tidak boleh menggunakan pasal kriminal atau hukum lainnya sebagai sarana untuk membungkam mereka," tandasnya.

Diketahui Phillip dibebaskan pada 17 Desember 2019 karena melanggar persyaratan visa bisnisnya setelah menghadiri rapat dengar pendapat antara DPRD Kalimantan Tengah dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Kelompok advokasi hak adat terbesar di Indonesia, cabang setempat.

Komite Keselamatan Jurnalis Indonesia mengatakan bahwa kehadiran Phillip dalam pertemuan itu sudah sesuai dengan peraturan dan hukum di Indonesia.

Pada 21 Januari, ia kembali ditangkap dan ditahan. Jacobson diberi tahu bahwa ia menghadapi tuduhan melanggar Undang-Undang Imigrasi Tahun 2011 Pasal 122 dan berpeluang terkena hukuman penjara hingga lima tahun. Kemudian, Jumat (24/1) penahanannya ditangguhkan.

Baca Selanjutnya: Kepala Bagian Humas dan Umum...

Halaman

(mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami