Usut Duit Rp1,6 M Raib, Polda Sumut Heran Pemprov Masih Pakai Sistem Tunai

PERISTIWA | 11 September 2019 11:30 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto, menyatakan pihaknya masih menyelidiki kasus hilangnya uang Rp1,67 miliar milik Pemprov Sumut, Senin (9/9) petang. Penyelidik tengah mencari pencurinya sekaligus mendalami alasan aparat Pemprov Sumut membawa dan meninggalkan uang tunai itu.

"Ini saya juga heran, kenapa masih pakai uang tunai. Harusnya kalau berkaitan dengan proyek kan bisa langsung (transfer) ke rekening pelaksana proyek. Kalau gaji kan langsung ke rekening gaji. Kita mau cek dulu," ungkap Agus, Rabu (11/9).

Agus pun masih bertanya-tanya kenapa uang itu dibawa tanpa pengawalan, lalu ditinggalkan di dalam mobil. Karena itu penyelidik akan mendalaminya.

"Kita akan lidik masalah pencuriannya. Kalau dari Pemprov kenapa bawa uang tunai segitu besar tanpa pengawalan apalagi ditinggal di mobil," kata Agus.

Sebelumnya, uang Rp1.672.985.500 yang dikelola Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut hilang dari dalam mobil yang diparkir di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan, Senin (9/9) sore. Uang untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) itu baru saja diambil dari Bank Sumut, Jalan Zainul Arifin, Medan.

Dua orang pembawanya, Muhammad Aldi Budianto yang merupakan Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di BPKAD, bersama seorang tenaga honorer bernama Indrawan Ginting, kemudian meninggalkan uang itu di dalam mobil yang di parkirkan di halaman kantor Gubernur Sumut. Saat mereka kembali lebih dari satu jam berselang, uang itu sudah raib. Kejadian itu pun dilaporkan ke polisi.

Baca juga:
Misteri Hilangnya Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut
Kronologi Hilangnya Rp1,67 Miliar di Kantor Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi Mengaku Belum Tahu Uang Miliaran Rupiah Pemprov Sumut Hilang
Uang Miliaran Rupiah Milik Pemprov Sumut Mendadak Hilang

(mdk/rhm)