Usut Kebakaran, Polisi akan Koordinasi dengan Pabrik Pembuat Lift Kejagung

Usut Kebakaran, Polisi akan Koordinasi dengan Pabrik Pembuat Lift Kejagung
Gedung Kejagung RI Usai Terbakar. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 24 September 2020 15:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim gabungan penyidik Bareskrim Polri akan melakukan koordinasi dengan pihak pembuat lift Gedung Utama Kejaksaan Agung. Hal ini dilakukan terkait melakukan penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8) lalu.

"Penyidik juga melakukan koordinasi degan pabrik pembuat lift di gedung utama yakni PT Mitsubishi Elektrik, kemudian menyusun konstruksi hukum dalam penyidikan kasus kebakaran ini," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/9).

Selain itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi seperti dari Jaksa di Kejaksaan Agung serta cleaning service.

"Pemeriksaan saksi sebanyak 7 orang terdiri dari pihak swasta, kemudian pekerja atau tukang, cleaning service, ASN dan Jaksa di Kejaksaan Agung," ujarnya.

Tak hanya itu, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ahli dalam penyidikan kebakaran tersebut.

"Rencana akan melakukan pemeriksaan ahli sebanyak 6 orang meliputi 1 Ahli Puslabfor, 2 orang Ahli kebakaran dari IPB dan UI, 3 orang Ahli hukum pidana dari UI, Usakti dan UMJ," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Dugaan Pidana

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung telah naik menjadi penyidikan. Hasil ini diketahui setelah Polri bersama dengan Kejaksaan Agung melakukan gelar perkara atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (22/8) lalu.

"Kita sudah sepakat dalam gelar tadi untuk meningkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan dugaan Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Untuk memastikan peristiwa ini menjadi pidana, pihaknya telah memeriksa 131 saksi serta adanya beberapa temuan saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Puslabfor Polri dengan menggunakan instrumen gas.

"Maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan dapat dugaan peristiwa pidana," ujarnya.

(mdk/eko)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami