Usut Penyandang Dana Perusuh 22 Mei, PPATK Tunggu Permintaan Polisi

PERISTIWA | 24 Mei 2019 14:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi menyita sejumlah amplop berisi uang dari tangan sejumlah orang yang ditangkap dalam kerusuhan di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019. Diduga, ada penyandang dana yang memberikan tersebut. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku belum permintaan dari kepolisian untuk mengusut aliran dana tersebut.

"Nampaknya belum pak, mungkin Kepolisian sedang menyelesaikan dulu penyelidikan dan penyidikannya," ucap Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae kepada Liputan6.com, Jumat (24/5).

Dia menegaskan, untuk mencari ini bukan perkara mudah. Masalahnya akan banyak metode yang akan digunakan. "Kita punya berbagai metode intelijen untuk meneliti masalah seperti ini," ungkap Dian.

Meski demikian, masih kata dia, pihaknya, punya pengalaman menangani hal ini "Dan pengalaman kita sudah banyak terkait kasus sejenis," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, polisi menemukan amplop-amplop berisi uang dari tangan perusuh saat demo 21-22 Mei.

Tak hanya amplop berisi uang ratusan ribu rupiah. Polisi juga menyita amplop berisi uang Rp 5 juta "Ada uang Rp 5 juta juga, ini untuk operasional," jelas Argo.

Dengan temuan itu, dan juga barang bukti lainnya, polisi yakin aksi anarkistis Rabu dini hari sudah direncanakan secara matang sebelumnya. Argo menyebut ada pihak yang menyuruh para perusuh itu. "Ada beberapa uang dan sudah men-setting kegiatan," ujar Argo.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sandi Beberkan Pembicaraan Prabowo dan JK, Soal Gugatan ke MK Hingga Aksi Damai
Pembatasan Akses WhatsApp dan Medsos Disebut Cukup Ampuh Tangkal Hoaks
Kericuhan Aksi 22 Mei Berdampak Negatif ke Iklim Usaha
Penjelasan PT Arsari Soal Ambulans Pembawa Batu di Demo 22 Mei
Ketua DPR Minta Polisi Tindak Tegas Perusuh Aksi 22 Mei
Mengungkap Dalang Kerusuhan 22 Mei

(mdk/bal)