Usut Tragedi Kanjuruhan, Polri Periksa 18 Polisi Terkait Penggunaan Gas Air Mata

Usut Tragedi Kanjuruhan, Polri Periksa 18 Polisi Terkait Penggunaan Gas Air Mata
Laga Arema FC-Persebaya Berakhir Rusuh. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 3 Oktober 2022 14:11 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Polri melakukan pemeriksaan internal terhadap 18 anggota terkait penggunaan gas air mata saat tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Pemeriksaan ini menyikapi respons negatif dan kritik masyarakat terkait langkah pengendalian massa petugas lapangan memakai gas air mata.

"Tim dari permeriksa Bareskrim untuk secara internal, tim dari Itsus dan Propam sudah melakukan pemeriksaan, dan ini dilanjutkan pemeriksaan, memeriksa anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan, ya sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab atau sebagai operator pemegang senjata pelontar," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10).

Menurut Dedi, Inspektorat Khusus (Itsus) dan Propam Polri masih terus mengumpulkan keterangan dan mendalami perihal penggunaan gas air mata oleh petugas.

"Kemudian juga saat ini mendalami terkait masalah manajer pengamanan, mulai dari pangkat perwira sampai dengan Pamen, sedang didalami," kata Dedi.

Polri juga mencatat total korban meninggal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur mencapai 125 orang. Selain itu, ada sebanyak 21 orang mengalami luka berat dan 304 orang luka ringan. Sehingga sejauh ini total korban telah mencapai 455 orang.

"Korban meninggal dunia 125 orang," kata Dedi.

2 dari 2 halaman

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa, Polri akan menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi terkait peristiwa yang memakan korban ratusan jiwa. Dengan mengerahkan berbagai kesatuan untuk mengusut dan lakukan investigasi.

"Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman terhadap investigasi yang kami lakukan," ujar Sigit.

Termasuk dengan melibatkan, Tim DVI Polri guna melakukan identifikasi korban. Serta mengumpulkan data, fakta dan rekaman CCTV di tempat kejadian perkara atau stadion.

"Tentunya kami lakukan langkah-langkah lanjutan dengan tim DVI kemudian tim penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menginvestigasi secara tuntas dan nanti hasilnya kita sampaikan ke seluruh masyarakat," papar Sigit.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/ray)

Baca juga:
Polri Update Korban Tragedi Kanjuruhan: Meninggal 125 Orang dan Luka Berat 24
Tragedi Kanjuruhan Malang, Dirut PT LIB dan Ketua PSSI Jatim Diperiksa Polisi
Usut Tragedi Kerusuhan, Polisi Periksa 32 CCTV di Sekitar Stadion Kanjuruhan
Update Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan: 445 Orang Luka-Luka dan 125 Meninggal Dunia
Mahfud MD: Negara Tanggung Biaya Perawatan Korban Kanjuruhan, Termasuk Trauma Healing

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini