Mengenakan Hijab, Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim Terkait Kosmetik Ilegal

PERISTIWA » MAKASSAR | 20 Desember 2018 15:35 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Setelah Nella Kharisma,kini giliran pedangdut Via Vallen yang datang memenuhi panggilan Polda Jatim. Via Vallen dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC) Beauty, Kamis (20/12) hari ini.

Via datang sekitar pukul 11.30 WIB, dengan mengenakan hijab. Pelantung tembang lagu 'Sayang' ini mengaku dari Jakarta langsung ke Polda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya. '(Saya) datang bersama manajemen,' kata Via singkat.

Kemudian pedangdut yang tengah mengenakan switer putih-hitam inipun langsung masuk ke ruang penyidikan Subdit Tipidter di lantai dua Gedung Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jawa Timur.

Sementara Kanit I Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKP Heru Purnomo mengatakan, Via diperiksa terkait kasus kosmetik ilegal yang diproduksi tersangka KIL di Kediri.

Pertanyaan yang diajukan penyidik, kata Heru, sama dengan yang ditanyakan ke Nella Kharisma, Selasa lalu. "Sama dengan saksi (Nella Kharisma) sebelumnya," kata Heru.

Seperti diketahui, baik Via dan Nella, merupakan artis yang mengendorse produk DSC Beauty yang diproduksi tersangka KIL dengan omzet Rp 300 juta per bulan. Keduanya mendapat honor Rp 7-15 juta rupiah per minggu.

Selain Via dan Nella, masih ada lima artis lainnya yang dipanggil polisi terkait kasus kosmetik yang beredar di Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, dan Makassar tersebut. Mereka adalah artis berinisal NR, OR, MP, DK dan DJ berinisial B. (mdk/ray)

Baca juga:
Datangi Polda Jatim Terkait Kosmetik Palsu, Nella Kharisma Umbar Senyum
Terkait Kosmetik Palsu, Nella Kharisma & Via Vallen Terancam Dijemput Paksa
Kasus Kosmetik Palsu, Via Vallen dan Nella Kharisma Mangkir Pemeriksaan
Via Vallen dan Nella Kharisma Akan Diperiksa Terkait Kosmetik Ilegal Pekan Depan
Di hadapan pengusaha muda, Menteri Rini dan Via Vallen goyang dangdut

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.