Video Mesum 'Gangbang' Perilaku Seks Menyimpang, Pemeran Terancam Terkena Penyakit

PERISTIWA | 16 Agustus 2019 15:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sebuah video berkonten pornografi beredar luas di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Video berdurasi satu menit tujuh detik itu memperlihatkan seorang perempuan melakukan hubungan intim dengan tiga pria atau gangbang.

Polisi pun bergerak cepat menelusuri video asusila berjudul Vina Garut. Sejauh ini, polisi telah menetapkan dua tersangka terkait video pornoaksi tersebut.

Kedua tersangka adalah V (19), pemeran perempuan dalam video itu dan A (30), salah satu pemeran pria. Keduanya merupakan mantan suami istri.

Selain V dan A, seorang pria berinisial B yang ada dalam salah satu video menyerahkan diri pada Rabu (14/8). Sementara seorang pria lainnya masih diburu polisi.

"B ini statusnya masih sebagai saksi. Dia mengaku ada dalam salah satu video," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.

Hasil penyelidikan polisi sejauh ini diketahui motif keduanya melakukan hubungan intim bersama-sama itu karena uang. Polisi menyebut adegan gangbang tersebut sudah dilakukan V lebih dari dua kali. Bahkan menyadari adegang seks beramai ramai tersebut direkam. Namun keduanya mengaku tidak mengetahui bahwa video yang dibuat itu diperjualbelikan dan ramai diperbincangkan.

"Ia juga menjajakan V dari mulut ke mulut. V dan A ini lebih dari dua kali melakukan aksi ramai-ramai, tapi kalau yang ada video katanya cuma dua," kata dia.

Video Mesum 'Gangbang' Perilaku Seks Menyimpang

Psikolog Universitas Indonesia (UI) Tika Bisino menilai perbuatan para pelaku video Vina Garut termasuk ke dalam perbuatan seks menyimpang. Terlebih aksi pornoaksi dilakukan para pelaku berpotensi melanggar hukum setelah menyebar luas di kalangan masyarakat.

"Ya pasti akan beda cara pandang mereka yang ingin menciptakan hal-hal baru untuk menggairahkan hasrat seksual gitu kan, tetapi kalau tidak lakukan secara privat seperti pasangan suami istri, ya itu namanya udah penyimpangan," kata Tika saat dihubungi merdeka.com, Kamis (15/8).

Tika berpendapat hubungan intim merupakan hal yang seharusnya menjadi privasi dan dilakukan oleh sepasang suami-istri. Suami-istri melakukan hubungan intim bertujuan memuaskan pasangan dan untuk memberikan keturunan. Tetapi dalam kasus gangbang ini, pelaku membuatnya dengan tidak provasi sehingga peristiwa tersebut dianggap tidak etis.

"Kemauan mereka, mereka ingin. Tapi gini, motifnya kadang-kadang buat eksperimen, beda dengan sudah terbiasa melakukan itu, nah kalau yang sudah terbiasa melakukan itu biasanya sudah terkena penyakit, sudah melakukan perilaku penyimpangan seksual," ujarnya.

Sementara itu, Psikolog UI Kasandra Putranto menambahkan, secara umum pornografi dapat memasuki dunia masyarakat dikarenakan internet yang mudah diakses. Sehingga memberikan masyarakat untuk mengembangkan imajinasi dan bereksperimen untuk melalukan seks.

Menurut dia, harus ada tingkat kematangan mental emosional masyarakat Indonesia, terhadap dampak mudahnya akses internet didapat salah satunya pornografi. Selain kesadaran masyarakat dalam menggunakan fasilitas internet, pengawasan terhadap situs-situs pornografi dilakukan pemerintah turut meredam pornoaksi yang dimungkinkan dilakukan suatu masyarakat.

"Pemerintah sudah berbuat maksimal untuk menutup situs tetapi sejuta kali akan tumbuh subur," kata dia.

Reporter Magang: Chicilia Inge

Baca juga:
Perempuan Pemeran Video 'Vina Garut' Lebih dari 2 Kali Melakukan Gangbang
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Video Mesum 'Gangbang' Vina Garut
Pemeran Perempuan Video 'Vina Garut' Dibayar Rp 500.000 Sekali 'Main'
Sakit Parah, Pemeran Laki-Laki Video Vina Garut Belum Ditahan Polisi

(mdk/gil)