Video Siswa SD di Labura Dianiaya Kakak Kelas Viral, Keluarga Sepakat Damai

PERISTIWA » MAKASSAR | 28 Agustus 2019 20:06 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Perundungan atau bullying terhadap siswa SD di viral di media sosial. Dalam video terlihat korban tak berdaya dipukuli dan ditendangi siswa lainnya.

Video berdurasi 59 detik yang beredar luas di media sosial, korban dalam posisi jongkok ditendangi dan dipukuli silih berganti. Bocah itu hanya bisa menangis.

Peristiwa perundungan itu ternyata terjadi di SDN 117852 Dusun Ambacang Desa Siamporik, Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara (Labura) pada 21 Agustus 2019. Korban berinisial F yang merupakan siswa kelas IV SD.

Sementara para pelaku adalah kakak kelasnya, yakni R siswa kelas 5 SD dan A siswa kelas 6 SD. Aksi mereka direkam U, siswa kelas 5 SD.

Para pelaku diduga sengaja ingin video pemukulan itu viral. "Kalau bahasa mereka di video, 'yuk kita pukul biar viral, biar viral', 'biarku vidiokan biar viral'. Mereka awalnya (tampak) main-main," ujar dia.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labura, Khairuddin Marpaung, mengaku tidak mengetahui siapa yang pertama menyebarkan video itu. Yang jelas, video sudah menyebar dan viral di media sosial.

Ditanya tentang keadaan F, Khairuddin mengatakan kondisi psikologi bocah itu membaik. Dia sudah diperiksakan ke rumah sakit di Rantau Prapat. "Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Labura) juga sudah memanggil psikolog untuk konseling (korban)," sebutnya.

Dia juga menyatakan, permasalahan perundungan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. "Orangtua salah seorang pelaku dengan korban ini masih satu keluarga, saling kait-mengait, jadi sudah dimediasi dan sudah damai. Proses mediasi dilakukan semalam, baik keluarga pelaku maupun korban bersepakat untuk tidak melanjutkan ke proses hukum," ujar Khairuddin.

Mediasi antarkeluarga itu diinisiasi pihak Kecamatan Kualuh Hulu bersama Dinas Pendidikan Labura, Desa Siamporik, KPAD Labura, dan pihak kepolisian.

Karena kasus ini sudah selesai dengan perdamaian, Khairuddin meminta agar video itu tidak lagi disebarkan. "Lebih baik dihapus jangan diviralkan, kasihan anak-anak," imbaunya.

Dia juga mengimbau agar guru-guru di sekolah lebih memperhatikan moral murid-muridnya. "Pendidikan moral itu sangat penting," tutup Khairuddin. (mdk/lia)

Baca juga:
Siswi SMK di Bekasi Dipersekusi Senior dan Alumni
Viral Video 2 Pelajar di Banyuwangi Tendang Teman sampai Jatuh, Perekam Malah Tertawa
Ini Penyebab Perempuan Saling Merundung Satu Sama Lain
Instagram Persulit Pengguna Untuk Posting Komentar Cyberbully
Sidang Perdana Tewasnya Junior ATKP Makassar, Terdakwa Cium Tangan Dosen
4 Tips Cermat Lawan Cyber Bully di Media Sosial, Yuk Jangan Takut!
Kesal Diejek, Siswa SMA di Lubuklinggau Bunuh Siswi SMP

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.