Viral Bule Langgar Karantina, Epidemiolog Dorong Satgas Covid-19 Tindak Hotel PIK

Viral Bule Langgar Karantina, Epidemiolog Dorong Satgas Covid-19 Tindak Hotel PIK
WNA Karantina Covid-19 di Hotel PIK. ©2021 Sosial Media
PERISTIWA | 28 April 2021 19:27 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Dua Warga Negara Asing (WNA), Elena dan Damian membagikan foto-foto dan cerita singkatnya selama menjalankan karantina Covid-19 di Oakwood Apartments, Pantai Indak Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Dalam foto yang diunggah Elena pada 16 April 2021, terlihat dirinya sedang berpose di kolam renang, fasilitas umum apartemen tersebut. Elena membagikan ceritanya selama karantina di apartemen tersebut dalam bahasa Inggris. Namun tidak diketahui pasti Elena berasal dari negara mana.

Dia mengatakan bahwa apartemen tersebut membolehkan para pelaku perjalanan yang sedang melaksanakan karantina untuk ke luar kamar seperti berenang atau bahkan berjalan-jalan berkeliling Kota Jakarta.

"Jika kamu harus karantina di Jakarta, kamu bisa pilih hotel ini. Tidak seperti yang lain, hotel ini membolehkan kita untuk berenang di hotel dan berkeliling kota Jakarta," bunyi caption instagram WNA @elena_iluina dikutip merdeka.com, Rabu (28/4).

Berdasarkan pantauan merdeka.com pukul 15.00 WIB, akun instagram Elena sudah hilang. Sementara itu, WNA lainnya @damiannyt juga mengunggah 2 foto di kolam renang yang sama dengan Elena pada 15 April 2021. Sayangnya, 1 dari 2 foto menghilang. Diduga foto itu ia hapus.

"Kita sedang karantina di Jakarta dan di sini sangat menyenangkan! Seperti ini karantina kita," kata @damiannyt.

Damian diduga berasal dari dari Czech Rupublic/ Republik Ceko. Karena pada foto-foto lainnya yang ia unggah, ia menuliskan caption dengan bahasa Ceko. Foto yang belum ia hapus itu sudah dipenuhi komentar dari warganet. Bahkan ada warganet yang mention ke Satgas Covid-19.

"Gimana dah? Mudik gak bolehh, WNA boleh masuk berkeliaran @satgascovid19.id @jktinfo," kata salah satu pengguna instagram.

"Kamu harus menghapus foto ini juga," kata warganet lainnya.

"Apakah anda sedang menjalankan karantina? Saya akan melaporkan unggahan instagram anda ini ke pihak berwenang".

Epidemiolog Dicky Budiman mengaku sangat khawatir akan penularan virus Corona dari kedua WNA itu. Dia juga khawatir bahwa selama ini sudah banyak WNA yang melaksanakan karantina seperti Elena dan Damian, namun tidak terekspos ke media. Untuk itu, dia mendorong Satgas DKI Jakarta maupun Satgas Covid-19 Pusat untuk mengusut pelaksanaan karantina di Hotel Oakwood PIK itu.

Dia meminta pemerintah untuk melacak/tracing kasus Covid-19 di Hotel Oakwood, serta memberikan sanksi bagi hotel tersebut.

"Harus diberi tindakan atau sanksi yang pasti. Harus dilacak juga kasus Covid-19 di hotel ini. Di cari tahu juga apakah ada kasus seperti ini di hotel lainnya," kata Dicky saat dihubungi merdeka.com, Rabu (28/4).

Dia sangat menyayangkan lemahnya pengawasan Satgas Covid-19 daerah maupun pusat terhadap hotel-hotel tempat karantina mandiri. Padahal menurutnya, kebijakan karantina mandiri di hotel ini telah membantu para pelaku usaha di sektor penginapan/ pariwisata agar bisa bangkit.

"Sebenarnya karantina mandiri di hotel atau jika pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta itu tidak masalah, ini win-win solution. Jadi yang penting fungsi kontrol dan monitoring-nya harus transparan," kata Epidemiolog dari Griffith University Australia itu.

Menurutnya, pemerintah harus segera mengevaluasi permasalahan ini. Karena kata dia, dampak dari karantina mandiri yang dilakukan para WNA di Oakwood PIK itu sangat fatal. Menurutnya, para WNA itu sama saja tidak melaksanakan karantina karena diperbolehkan ke luar kamar bahkan ke luar hotel.

"Dari kamar dia menuju ke kolam saja berbahaya sekali risikonya tinggi, apa lagi kalau berpapasan sama pegawai hotel, pengunjung lain," katanya.

"Ini harus dievaluasi. Karantina itu di kamar saja, tidak ke luar kamar. Kalau seperti itu mah namanya liburan," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah harus membuat sistem monitoring berlapis untuk menjaga kualitas program karantina negara ini. Hal itu, kata dia, sangat penting untuk diperhatikan.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa hotel-hotel yang dijadikan tempat isolasi mandiri telah memenuhi standar. Dan memastikan hotel itu tidak akan melanggar aturan pemerintah terkait kekarantinaan kesehatan.

"Sebelum ditentukan jadi tempat karantina, review dulu dari semua aspek. Pastikan semua aturan Satgas akan selalu diterapkan," katanya. (mdk/ray)

Baca juga:
Tersangka Mafia Karantina Paham Seluk Beluk Proses Dokumentasi di Bandara Soetta
2 Masih Diburu, WN India Lolos Karantina Kabur ke Surabaya, Batam dan Bandung
Cerita WNA Karantina Covid-19 di Hotel PIK, Bebas Berenang dan Jalan Keliling Jakarta
Loloskan WN India dari Kewajiban Karantina, 11 Orang Jadi Tersangka
Pelaku yang Loloskan Karantina WNI Ternyata Pensiunan PNS Disparekraf DKI

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami