Viral Pria di NTT Dihukum Gantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Viral Pria di NTT Dihukum Gantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan
PERISTIWA | 25 Oktober 2020 10:13 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Sebuah video main hakim sendiri beredar di media sosial dan menjadi perhatian netizen Nusa Tenggara Timur, Minggu (25/10). Peristiwa itu terjadi di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Video berdurasi 1.11 menit itu tidak hanya menjadi perhatian netizen biasa, mantan anggota DPR RI dan juga pengacara kawakan Honing Sanny, hingga ibu kandung korban yang saat ini bekerja sebagai buruh migran di Malaysia pun ikut memviralkan, dengan harapan mendapat keadilan atas kejadian itu.

Video pendek ini menunjukan, seorang pria tergantung dengan posisi kepala di bawah. Sementara di sekeliling pria bertubuh kecil itu, duduk sekelompok orang, bahkan terdapat juga dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam lengkap.

Dalam postingan dalam group Facebook berita sumba barat daya II, sebuah akun bernama Tujuh Juli Yuli yang mengaku sebagai ibu kandung korban menyatakan, anaknya bukan pelaku kriminal yang harus menerima hukuman keji seperti itu. Bahkan setelah kejadian itu anaknya kini terbaring di rumah sakit.

“Terima kasih sudah menerima saya bergabung digrup ini. Saya pekerja sebagai ibu rumah tangga di negeri orang saya mohon kepada bapak penegak hukum dan terkhususnya bapak kepala Negara RI mengharapkan keadilan atas hak asasi anak saya yang diperlakukan seperti binatang. Anak saya bukan pelaku kriminal yang mesti digantung dan disiksa dan dijadikan tontonan umum. Dan sekali lagi saya mohon kepada semua pihak dan siapapun yang membantu saya dan anak saya yang masih terbaring di rumah sakit hingga saat ini," tulisnya dalam postingan itu.

Baca Selanjutnya: Bawa Lari Pacar...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami