Virus Corona Merebak, Ketum PKB Minta Pemerintah Perketat Lalu Lintas Imigrasi

Virus Corona Merebak, Ketum PKB Minta Pemerintah Perketat Lalu Lintas Imigrasi
PERISTIWA | 30 Januari 2020 15:18 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan masuknya wabah virus corona ke Indonesia. Apalagi, kata dia, kabar terbaru menyebut 170 orang meninggal akibat terinfeksi virus tersebut. Ditambah, virus tersebut dilaporkan sudah ditemukan di 18 negara.

"Kita dikejutkan dengan adanya virus corona. Kekhawatiran terjadi di seluruh belahan dunia, bahkan muncul trauma dan ketakutan. Saya pun sangat khawatir, siaga dan waspada terhadap kemungkinan berkembangnya virus itu di negara kita," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Kamis (29/1).

Dia menyebut beberapa negara bahkan telah membuat kebijakan untuk menutup diri dan menghentikan pintu lalu lintas migrasi. Oleh karenanya, kata Cak Imin, pemerintah Indonesia juga perlu memperketat pengawasan imigrasi.

"Indonesia tak menutup kemungkinan melakukan itu ataupun membuat pintu monitor dan antisipasi. Sehingga imigrasi diawasi dengan ketat. Sebagaimana kita juga diawasi ketat ketika masuk negara lain sebagai langkah antisipasi," ujarnya.

Wakil Ketua DPR itu memberikan sejumlah rekomendasi langkah untuk mencegah penyebaran virus corona ke Indonesia. Salah satunya adalah Kemenkes dan lembaga lain terkait harus secepatnya memberikan informasi secara detail dan seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan dan sebagainya.

"Saya instruksikan kader PKB seluruhnya untuk bantu membagi diseminasikan info secara cepat dan tepat," tuturnya.

Selanjutnya, kata Cak Imin, antisipasi border lalu lintas migrasi manusia. Selain itu, penanganan cepat dan isolasi cepat jika ada yang manusia terindikasi terjangkit virus.

"Keterlibatan semua pihak mutlak adanya. Maka kita bersama-sama, bersatu menghadapi corona yang mengancam ini," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Ermarini mengatakan, kewaspadaan semua pihak harus ditingkatkan, termasuk masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh mereka.

"Yang segera dilakukan pemerintah adalah edukasi kepada masyarakat dan itu penting. Imunnya harus kuat lah, makan sayur, minum air putih yang banyak, cuci itu penting," tutur doktor Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) itu.

Anggia menegaskan, pencegahan virus corona agar tidak masuk ke Indonesia harus menjadi fokus perhatian. Misalnya dengan meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk seperti bandara, pelabuhan atau pintu-pintu lainnya.

"Screening harus dilakukan dengan semaksimal mungkin. Karena apa? vaksin itu hanya untuk mencegah, bukan untuk mengobati. Karena ini kan penyakit menular ya, jadi transmisi yang kemudian perlu dihambat," katanya.

Ketua Umum PP Fatayat NU itu mengaku sudah mendapatkan penegasan dari Menteri Kesehatan Terawan bahwa pemerintah sangat serius menghadapi kemungkinan masuknya virus Corona ke Indonesia.

"Jadi sudah siaga satu lah. DPR dan pemerintah perlu melakukan edukasi agar menenangkan masyarakat. Ini kan penting agar masyarakat tidak panik. Sebab kalau panik itu bisa gampang masuk penyakit. Coba tanya ke dokter, kalau panik itu gampang kena penyakit. Jadi enggak boleh panik," tuturnya.

Anggia meminta Kemenkes, Kemenkominfo dan Kemenhub untuk berkoordinasi agar isu virus Corona dapat terkelola dengan baik. "Kalau Kemenkes bilang sudah siap, tapi apakah sudah berkoordinasi dengan Kemenkominfo. Buktinya hoaks bertebaran," ujarnya.

Karena itu, Komisi IX DPR RI berencana memanggil Menteri Kesehatan dr Terawan untuk meminta penjelasan lebih rinci mengenai kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi ancaman virus corona yang menjadi teror bagi dunia saat ini. (mdk/ray)

Baca juga:
Wabah Corona Merebak, Google Tutup Semua Kantor di Tiongkok
Imbas Virus Corona, Hotel Indonesia Diperkirakan Kehilangan Pendapatan Rp 109 Juta
Virus Corona, Apple Tutup Satu Gerai di Tiongkok
Virus Corona Merebak, Jokowi akan Putuskan Evakuasi WNI di Wuhan Sore Ini
VIDEO: Orangtua Mahasiswa Nangis Depan Khofifah Minta Anak Dievakuasi Dari Wuhan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami