Virus Corona Merebak, Pedagang Kelelawar di Solo Resah

PERISTIWA | 28 Januari 2020 00:02 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Beberapa negara di Asia sudah terpapar virus Corona atau yang secara resmi dinamakan 2019-nCoV. Sup kelelawar disebut-sebut bisa menyebarkan virus corona baru. Namun kabar tersebut kemudian dibantah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kendati demikian, para pedagang kelelawar di pasar burung Depok Solo resah. Meski tetap berjualan, mereka tetap khawatir dengan kabar tersebut.
Apalagi sampai sekarang di Kota Bengawan belum ditemukan kasus yang menggemparkan dunia tersebut.

Nurul (40), salah satu pedagang kelelawar di pasar burung Depok Solo mengaku belum akan menutup usahanya.

"Khawatir juga ada kabar itu. Katanya menularnya lewat kelelawar," ujar Nurul, Senin (27/1).

Menurut Nurul, berbeda dengan daerah lainnya, pembeli kelelawar di Solo kebanyakan digunakan untuk jamu atau pengobatan. Ada sekitar 50 - 60 ekor kelelawar yang dia jual di Pasar Depok. Kelelawar tersebut, dikatakannya, ia datangkan dari penjaring lokal Solo.

"Kita dapat dari penjaring di sekitar Solo. Seekor kelelawar saya jual dengan harga Rp 10.000," katanya.

Lebih lanjut Nurul menyampaikan, saat akhir pekan ia bisa menjual 5-7 ekor kelelawar. Para pembeli tersebut percaya, daging kelelawar bisa mengobati penyakit asma atau sesak nafas.

Selama 5 tahun berjualan kelelawar, ia mengaku belum ada pelanggan yang terindikasi virus corona. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, dirinya selalu menjaga kebersihan kadang kelelawar. Untuk makanan, ia juga memberikan buah agar terjaga kebersihannya.

"Saya selalu menjaga kebersihan kandang kelelawar, makannya saya kasih buah biar bersih," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Nurul mengaku, hingga saat ini belum ada penyuluhan maupun pembinaan dari Pemkot Solo terkait penyebaran virus Corona kepada pedagang.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo, Evi Nur Wulandari mengemukakan, Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor telah mengambil sampel kelelawar yang ada di pasar burung Depok Solo.

"Kami masih menunggu hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor. Kalau hasilnya sudah keluar akan langsung dikirim ke Solo," pungkas dia. (mdk/bal)

Baca juga:
Siapkan Ruang Isolasi di RS, Dinkes Banten Imbau Warga Tak Panik Soal Virus Corona
Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Pengeluaran Wisatawan Terpukul Akibat Virus Corona
Waspada Virus Corona, Petugas Bandara Soekarno-Hatta Gunakan Masker
Cara Cegah Virus Corona Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UNS
Istana: Kabar 2 Pasien Terjangkit Virus Corona di RS Hasan Sadikin Hoaks
Perawat di Wuhan: Belasan Petugas Medis Terinfeksi Virus Corona

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.