Volume Kubah Lava Gunung Merapi Capai Lebih dari 1 Juta Kubik

Volume Kubah Lava Gunung Merapi Capai Lebih dari 1 Juta Kubik
Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi. ©2021 Liputan6.com/Gholib
PERISTIWA | 6 April 2021 19:43 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melakukan pemantauan terhadap kubah lava Gunung Merapi. Diketahui volume kubah lava di sektor barat daya Gunung Merapi telah mencapai 1 juta kubik lebih.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menerangkan, pihaknya melakukan analisis morfologi area puncak Gunung Merapi. Analisis morfologi ini didasarkan pada foto dari sektor barat daya tanggal 1 April terhadap tanggal 25 Maret 2021.

Dari pengamatan morfologis ini menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak. Hal ini disebabkan aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah.

"Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.060.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.400 meter kubik per hari," ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/4)

"Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 1 April terhadap tanggal 25 Maret 2021 menunjukkan ketinggian kubah tengah yaitu sebesar 70 meter," imbuh Hanik.

Dalam laporan periode 26 Maret hingga 1 April 2021 BPPTKG Yogyakarta mencatat aktivitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini tercatat 14 kali kejadian awan panas guguran (AP); 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB); 61 kali gempa Fase Banyak (MP); 1.074 kali gempa Guguran (RF); 16 kali gempa Hembusan (DG); dan 6 kali gempa Tektonik (TT).

Untuk aktivitas intensitas kegempaan pada pekan ini dinilai lebih rendah ketimbang periode sebelumnya. Sementara untuk penggembungan badan atau deformasi tak ada perubahan yang signifikan dibandingkan minggu sebelumnya.

BPPTKG juga mencatat awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh 1.800 meter ke arah barat daya selama periode pengamatan 26 Maret - 1 April 2021. Terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 168 detik.

Awan panas guguran dilaporkan sampai menciptakan kejadian hujan abu dengan intensitas tipis di beberapa lokasi. Antara lain Ngadirojo, Stabelan, Takeran, Tlogolele, Selo, Pos Babadan, dan seputaran Pasar Talun.

"Guguran lava teramati sebanyak 158 kali dengan jarak luncur guguran lava maksimal 1.100 meter ke arah barat daya. Guguran lava pijar juga terpantau di kubah tengah sebanyak 1 kali," ucap Hanik.

"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," sambung Hanik.

Hanik menambahkan hingga saat ini potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sektor tenggara yaitu sungai Gendol sementara sejauh 3 kilometer.

Sementara untuk lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif mampu menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (mdk/cob)

Baca juga:
Senin Pagi, Gunung Merapi Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar
Gunung Merapi Muntahkan 3 Kali Awan Panas
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Gunung Merapi Luncurkan Tujuh Kali Awan Panas dalam Waktu 5 Jam, Ini Faktanya
Gunung Merapi Meluncurkan Guguran Lava ke Arah Tenggara Menuju Kali Gendol
Gunung Merapi Meluncurkan Tujuh Kali Awan Panas Guguran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami