Wabup Jember Antar Petahana Daftar Pilkada ke KPU, DPRD Ancam Lapor Mendagri

Wabup Jember Antar Petahana Daftar Pilkada ke KPU, DPRD Ancam Lapor Mendagri
Petahana daftar Pilkada ke KPU Jember. Istimewa
PERISTIWA | 7 September 2020 18:01 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Panitia Khusus (Pansus) Pilkada DPRD Jember akan memanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember, Selasa (8/9) besok. Pemanggilan ini untuk mengkonfirmasi terkait proses yang dilakukan Bawaslu terhadap Wakil Bupati Jember Muqit Arief karena ikut hadir mengantar Bupati Faida mendaftar Pilakda ke KPU setempat, Minggu (6/9) kemarin.

"Ini menjadi perhatian serius kami, karena Wabup kemarin terang benderang ikut hadir. Ini patut diduga melanggar aturan," tutur Ketua Pansus Pilkada sekaligus Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (7/9).

Tidak sekedar mengantar, Muqit kemarin juga ikut masuk ke dalam ruang pendaftaran KPU Jember. Padahal, sesuai aturan, ruang tersebut hanya bisa dimasuki oleh pasangan calon beserta tim sukses paslon.

"Kita ingin aturan ditegakkan kepada semua peserta Pemilu, equality before the law," papar Itqon.

DPRD Jember, lanjut Itqon menilai, penegakan aturan ini penting. Tidak sekadar karena Muqit ikut mengantar masuk, tetapi juga karena posisi yang akan disandang Muqit beberapa hari lagi. Selaku Wabup, Muqit akan menjadi Plt Bupati, menggantikan Faida yang akan cuti sementara untuk masa kampanye.

"Netralitas sangat penting bagi Plt Bupati nanti. Kalau misalkan Bawaslu tidak bisa bertindak tegas, kita akan melapor masalah dugaan ketidaknetralan ini kepada Mendagri Tito Karnavian," ujar politikus PKB ini.

Dari pantauan merdeka.com pada hari Minggu kemarin, Muqit masuk ke ruang pendaftaran KPU dengan mengalungkan kartu tim Liaison Officer (LO) paslon Faida-Vian, yang dikeluarkan oleh KPU Jember. Namun saat ditanya wartawan, Muqit yang hadir bersama istrinya membantah menjadi bagian dari tim sukses Faida-Vian.

"Saya cuma sebagai teman saja," ujar Muqit dengan ramah seraya meninggalkan awak media.

Adapun Faida saat dikonfirmasi juga menegaskan, bahwa Muqit bukan anggota tim suksesnya. "Dia sebagai saudara. Karena kami punya komitmen yang sama," ujar Faida.

Saat dikonfirmasi usai proses pendaftaran, Ketua KPU Jember Muhammad Syaiin menjelaskan bahwa ruangan pendaftaran di KPU hanya bisa dimasuki oleh pasangan calon dan tim paslon.

Namun, siapa saja yang bisa masuk ke dalam ruangan, KPU menyerahkan sepenuhnya hal tersebut tim Paslon. "Kita cuma membagikan kartu untuk masuk. Kalau diajak masuk, ya otomatis dia adalah tim pasangan calon," tegas Syaiin.

Anggota Bawaslu Jember, Ali Rahmad Yanuardi yang ikut memantau proses pendaftaran mengaku baru mengetahui masuknya Muqit setelah rombongan Faida-Vian meninggalkan kantor KPU Jember. Bawaslu menegaskan, pada dasarnya semua pasangan calon harus diperlakukan sama dari hal terkecil, oleh KPU.

"Karena itu akan kita kaji dulu, apakah ini melanggar atau tidak," tutur pria yang karib disapa Yayan ini. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami