Hot Issue

Wacana New Normal dan Keresahan Orang Tua Bila Anak Kembali ke Sekolah

Wacana New Normal dan Keresahan Orang Tua Bila Anak Kembali ke Sekolah
PERISTIWA | 3 Juni 2020 09:33 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Virus Corona atau Covid-19 masih menghantui berbagai negara. Sejak virus ini pertama kali terdeteksi di China, vaksin tak kunjung ditemukan sehingga tidak bisa terprediksi kapan benar-benar akan berakhir.

Pemerintah berencana menerapkan konsep tatanan hidup baru atau the new normal di tengah pandemi Covid-19. Konsep ini terpaksa dipilih karena roda perekonomian harus berputar untuk menyelamatkan bangsa.

Penerapan tatanan hidup baru hanya dilakukan di provinsi dan kabupaten/kota yang indeks penularan virus corona (R0) sudah di bawah satu.

"Kita mulai untuk tatanan baru ini kita coba di beberapa provinsi, kabupaten dan kota yang memiliki R0 di bawah satu," kata Jokowi, pada akhir Mei lalu.

Tetapi, kata Jokowi, kebijakan ini tak serta merta dipaksakan jika tidak menunjukkan sesuatu yang positif terkait penyebaran Covid-19. Sebaliknya, apabila dirasa efektif menekan angka penyebaran virus corona, maka pemerintah akan memperluas kebijakan ini ke semua provinsi.

"Ini akan kita lihat dalam satu minggu dampaknya seperti apa, kemudian akan kita lebarkan ke provinsi, kabupaten/kota lain apabila dirasa terdapat perbaikan yang signifikan," ujar Jokowi usai meninjau kesiapan penerapan new normal di Summarecon Mal Bekasi.

Empat provinsi yang mulai melakukan persiapan menuju new normal ini yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo. Jokowi menegaskan, pendisiplinan ini diterapkan agar masyarakat dapat kembali produktif namun aman dari corona.

"Kita ingin tetap produktif tapi aman Covid-19," ucap Jokowi.

Baca Selanjutnya: Kebijakan New Normal Bikin Orang...

Halaman

(mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami