Wadah Pegawai KPK Kecam Penganiayaan Pegawai, Desak Polisi Tangkap Pelaku

PERISTIWA | 3 Februari 2019 18:28 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianiaya saat melakukan tugasnya, Sabtu malam di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Wadah Pegawai KPK pun bereaksi keras atas tindakan tersebut.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo mengatakan, atas tindakan kriminal yang menimpa pegawai KPK, pihaknya bersama tim biro hukum KPK ikut serta melapor ke Polda Metro Jaya.

"Kami WP KPK mengecam keras tindakan yang dilakukan orang-orang tersebut," kata Yudi, Minggu (3/2).

Yudi kembali mengingatkan agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan. Sebab, tindakan tersebut merupakan teror dan ancaman kepada komisi anti-rasuah.

"Kami berharap bahwa rekan-rekan kepolisian segera menangkap dan memenjarakan pelakunya," tukasnya.

Sementara itu Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan saat ini dua pegawai KPK sedang menjalani visum. Bahkan ada dari pegawai KPK yang menjadi korban penganiayaan harus menjalani operasi lantaran ada keretakan pada tulang hidung.

Febri menjelaskan, pegawai KPK dianiaya meski telah menunjukan identitas mereka dan sedang menjalani tugas.

Dikutip dari Antara, Ketua DPRD Papua Yunus Yonda mengakui pegawai pemerintah daerah (Pemda) Papua malah menangkap basah petugas KPK, karena membututi Lukas Enembe yang sedang rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur.

Penyidik KPK bernama Muhammad Gilang W tersebut diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya mengambil gambar Lukas Enembe, dan melihat ada percakapan di WhatsApp dalam telepon selulernya, terkait kegiatan Lukas Enembe mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif dan Kementerian Dalam Negeri itu. Rapat bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap APBD Papua.

Baca juga:
Dua Pegawai KPK Dianiaya, Barang-barangnya Dirampas
2 Penyidik KPK yang Dianiaya Diketahui Buntuti dan Memfoto Gubernur Papua
Polisi Sebut Pegawai KPK Korban Penganiayaan Satu Penyelidik
KPK Diminta Tak Sepelekan Kasus Korupsi Sumber Daya Alam
Bupati Kotawaringin Timur Tersangka Korupsi, Politisi PDIP Tegaskan Sikap Megawati
KPK Tetapkan Bupati Kotawaringin Timur Tersangka Korupsi Izin Tambang Rp 5,8 Triliun

(mdk/ian)