Waduk Jatiluhur Diandalkan Jadi Sumber Air Baku untuk Kabupaten Bogor

Waduk Jatiluhur Diandalkan Jadi Sumber Air Baku untuk Kabupaten Bogor
Waduk Jatiluhur. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
PERISTIWA | 24 Februari 2021 03:01 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan menjadi salah satu sumber air baku bagi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Direktur Utama Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hasanudin Tahir menjelaskan, jika konsorsium pengelolaan SPAM Waduk Jatiluhur telah menawarkan kerja sama penyediaan air selama 25 tahun.

"Itu Program Juanda II. Sumber air dari (Waduk) Jatiluhur, sudah menawarkan ke kami dengan debit air 2.000 liter per detik. Tapi ini masih tahapan pembahasan," kata Hasanudin, Selasa (23/2).

Hasan menjelaskan, jika program ini terealisasi, maka bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah timur dan sebagian wilayah tengah Kabupaten Bogor.

"Karena kan Waduk Jatiluhur itu dekat dekat Tanjungsari dan Cariu di Kabupaten Bogor. Dengan debit air 2.000 liter per detik, juga sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan air di timur dan sebagian wilayah tengah Kabupaten Bogor," terangnya.

Selama ini, Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air minum di wilayah timur, seperti Jonggol, Gunungputri hingga Cariu. Pasalnya, sumber air hanya berasal dari Sungai Cikeas.

Di Sungai Cikeas, kata dia, jika musim hujan tingkat kekeruhan airnya sangat tinggi sehingga sulit untuk diolah. Sementara pada musim kemarau, air sungai sering kali tercemar limbah.

Selain akan mengandalkan sumber dari Waduk Jatiluhur, Hasan mengungkapkan jika pihaknya mendapat hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambah instalasi di Kecamatan Klapanunggal.

"Iya kami mendapatkan hibah dari Kementerian PUPR untuk instalasi pengolahan air di Klapanunggal dengan sumber air dari Sungai Cileungsi. Debit airnya 240 liter per detik. Yang bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat di Klapanunggal, Cileungsi dan Jonggol," beber Hasan. (mdk/cob)

Baca juga:
6 Fakta Waduk Jatiluhur, Dam Raksasa Peninggalan PM Terakhir Indonesia
Korban Banjir di Tangerang Butuh Air Bersih
Menteri Sri Mulyani Soal KPBU SPAM Jatiluhur: Inovatif dan Kreatif Financing!
Menko Luhut: Air Bersih Lebih Penting dari Minyak Bumi dan BBM
Menteri Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Sanitasi dan Air Bersih Tekan Angka Stunting
Proyek SPAM KPBU Regional Jatiluhur I Rp1,7 T Target Beroperasi 2024
Ridwan Kamil Usul Pembangunan Infrastruktur Air Jadi Prioritas Utama di Jawa Barat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami