Wagub NTT Minta Aktivis HTI Penyebar Ideologi Khilafah Diproses Hukum

Wagub NTT Minta Aktivis HTI Penyebar Ideologi Khilafah Diproses Hukum
PERISTIWA | 2 Juni 2020 01:00 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A Nae Soe meminta aparat Kepolisian setempat memproses secara hukum terhadap aktivis HTI yang menyebarkan ideologi khilafah melalui brosur dan video di daerah ini.

"Kami minta Kepolisian proses hukum terhadap para pelakunya penyebar ideologi khilafah. Jangan dibiarkan berkembang karena organisasi itu sudah dilarang," ucap Josef A Nae Soi menegaskan kepada wartawan usai mengikuti upacara HUT Pancasila bersama Presiden Joko Widodo yang dilakukan secara virtual, Senin (1/6) seperti dikutip Antara.

Josef mengatakan hal itu terkait ditangkapnya Ketua HTI NTT, Suryadi Koda yang menyebarkan brosur dan video untuk menyebarkan ideologi khilafah di NTT.

Menurut Josef, aturan yang melarang terhadap identitas atau ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ideologi negara masih berlaku. Sehingga, organisasi yang melakukan penyebaran ideologi khilafah yang bertentangan dengan Pancasila harus dilarang.

1 dari 1 halaman

Josef mengatakan, pemerintah NTT mendukung penuh terhadap upaya aparat keamanan untuk melakukan penegakan hukum terhadap organisasi yang menyebarkan ideologi di luar ideologi negara Pancasila.

"Terhadap gangguan yang mengusung identitas di luar ideologi negara dilarang, sehingga terhadap mereka yang menyebarkan ideologi yang lain diproses secara hukum," tuturnya.

Ia mengatakan, apabila negara melarang suatu organisasi terlarang hidup di negara ini, maka tidak boleh dibiarkan berkembang, termasuk di NTT.

"Organisasi HTI sudah dilarang oleh pemerintah pusat, sehingga terhadap mereka harus diproses secara hukum," ujarnya.

Ia mengatakan, pihak Kepolisian agar memproses secara hukum terhadap para anggota HTI yang menyebarkan ajaran di luar ideologi sehingga NTT bebas dari kegiatan organisasi terlarang. (mdk/bal)

Baca juga:
Gerilya HTI di NTT, Sebar Selebaran Khilafah Lewat Loper Koran
Bertemu Ormas Katolik, PKS Jelaskan Beda dengan FPI dan HTI
PKS soal FPI: Khilafahnya Berbeda dengan yang Dipahami Oleh HTI
Bentuk Timsus, Ganjar Ancam Sanksi Guru Soal Pengibaran Bendera HTI di SMKN 2 Sragen
Waspadai Gerakan Bawah Tanah Simpatisan Kelompok Anti-Pancasila
Jadi Saksi HTI, Guru Besar Ilmu Hukum Undip Dicopot

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5