Wagub Riau: PSBB Selesai Bukan Berarti Masyarakat Bisa Bebas

Wagub Riau: PSBB Selesai Bukan Berarti Masyarakat Bisa Bebas
PERISTIWA | 31 Mei 2020 20:28 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Penghentian dan tidak diperpanjangnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di enam daerah Riau, ternyata belum dipahami sejumlah masyarakat. Sebagian besar warga beranggapan PSBB selesai sudah bisa kembali bebas untuk beraktivitas seperti biasa.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyebutkan penghentian PSBB dalam rangka menuju program new normal yang digagas oleh pemerintah pusat. Hal itu berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan seperti sebelumya.

Edy tidak memungkiri, ada kelonggaran. Tapi masyarakat tidak serta merta bebas begitu saja. Masyarakat diarahkan pada tatanan kehidupan baru dengan pengertian diberikan kebebasan sedikit demi sedikit dan tetap ada pembatasan.

Caranya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainnya sesuai imbauan pemerintah.

"Jadi penghentian PSBB itu bukan serta merta masyarakat bisa langsung bebas beraktifitas. Tapi menuju new normal yang mengarahkan masyarakat pada kehidupan baru yang sebelumnya belum dibiasakan oleh masyarakat. Seperti terus menggunakan masker saat beraktivitas," kata Edy, Minggu (31/5).

Edy menjelaskan kehidupan baru pada program new normal. Masyarakat tetap menjalankan kegiatan normal tapi dengan gaya baru, pengamanan diri sesuai yang dilakukan dalam PSBB sebelumnya.

"Kita harap ke depan masyarakat tidak salah artikan lagi dan bisa memahami maksud dari new normal ini yang tujuannya tetap mencegah dan memutus penyebaran virus corona atau Covid-19," jelasnya.

Mantan Danrem 031 Wira Bima Pekanbaru ini juga menyampaikan, new normal merupakan program upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang juga dalam mempertimbangkan kehidupan masyarakat. Kebijakan itu juga adalah pilihan dengan kata lain tetap yang terbaik untuk masyarakat.

"Karena kita menyadari jika selama ini kita semua, termasuk saya sendiri merasakan bagaimana kondisi dan dampaknya. Seperti anak-anak kita yang sudah berapa lama tidak bisa sekolah karena wabah Covid-19 ini. Untuk itu mari kita dukung program new normal atau kehidupan baru ini dengan tetap menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Menurut Edy, Riau termasuk daerah yang bagus dan ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai percontohan melaksanakan program new normal. Hal itu juga sesuai dengan keberhasilan Riau dalam menangani virus corona atau Covid-19 yang didukung oleh masyarakat.

"Beberapa hari terakhir pasca Lebaran Idul Fitri kita sempat nihil dari kasus positif. Dan satu hari lalu kita sempat naik 6 kasus itupun pada daerah yang sebelumnya ada penularan dari luar daerah. Kita berharap setelah ini tidak ada lagi dan cukup sampai di situ saja," harapnya.

Edi mengimbau masyarakat, untuk mendukung program pemerintah, agar ke depannya Riau bebas dari penyebaran Covid-19. "Yang pasti apa yang dilakukan pemerintah ini untuk kesehatan masyarakat. Maka itu mari kita pahami bersama-sama," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Perkembangan Covid di Riau

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan sebanyak 85 orang pasien sembuh dari Covid-19 atau Virus Corona. Untuk PDP yang dinyatakan negatif Coronavirus setelah hasil swab sudah dipulangkan sebanyak 1.107 orang

"Total pasien positif Covid-19 di Riau sebanyak 117, yang sembuh dan dipulangkan sudah mencapai 85 orang. Sedangkan yang masih dirawat 26 orang, dan meninggal dunia 6 orang," ujar Yovi, Minggu (31/5).

Yovi menyebutkan, hari ini tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 yang baru. Bahkan, hari ini juga terdapat 1 orang pasien positif sembuh dari Virus Corona tersebut.

"Alhamdulillah hari ini tidak ada penambahan. Kabar baiknya, 1 orang pasien warga Siak inisial AMS (16) sembuh dari Covid-19,” ucap Yovi.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan di Provinsi Riau yang masih dirawat di rumah sakit saat ini totalnya berjumlah 98 orang. Untuk PDP negatif Coronavirus dan dipulangkan sebanyak 1.107 orang, serta PDP meninggal dunia ada 152 orang. Sedangkan total PDP sebanyak 1.347 orang.

Sementara itu, total jumlah orang dalam pantauan (ODP) yang telah selesai pemantauan adalah 61.249 orang dan yang masih dipantau sebanyak 6.749 orang.

"Pergerakan PDP dalam beberapa hari ini cenderung menurun sehingga kapasitas tempat tidur atau ruang isolasi yang tersedia di Provinsi Riau banyak yang kosong dalam beberapa hari terakhir," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Banyak Warga Kenakan Masker di Leher, PSBB di Palembang Perlu Dievaluasi
Survei LSI Denny JA: Lima Alasan 5 Juni Warga Bisa Kerja Kembali
Masih PSBB, Pasar Gembrong Dipadati Warga
Menengok Rumah Makan yang Terapkan Protokol Kesehatan Menyambut New Normal
BPTJ Perpanjang Larangan Bus AKAP di Jabodetabek Hingga 7 Juni
Foto Model Saat PSBB

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5