Wakil Ketua DPRD: Kota Jayapura sudah tidak aman

Wakil Ketua DPRD: Kota Jayapura sudah tidak aman
penjahat. merdeka.com/shutterstock
NEWS | 7 Juni 2012 11:39 Reporter : Laurencius Simanjuntak

Merdeka.com - Serangkaian aksi kekerasan di Jayapura, Papua, sudah membuat gerah warga Bumi Cenderawasih. Wakil Ketua II DPRD Kota Jayapura, M Darwis Massi, mengecam serangkaian teror, kekerasan, penganiayaan dan penembakan yang belakangan ini terjadi di ibu kota provinsi tersebut.

"Saya rasa Kota Jayapura sudah tidak aman lagi dan ini merusak citra," kata Darwis di Jayapura, Kamis, Kamis (7/6)

Darwis sangat menyesalkan terjadinya serangkaian aksi kekerasan. Apalagi, kata dia, dalam waktu dekat ini Jayapura akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Raimuna Nasional ke-10 Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Cenderawasih yang akan dibuka Presiden SBY dan utusan seluruh Indonesia pada 25 Juni - 1 Juli mendatang.

Peristiwa kekerasan yang terjadi belakangan ini, kata dia, memberikan citra buruk.

"Ini juga cerminan kita punya program nasional ke depan yakni pelaksanaan raimuna ini seakan-akan tidak siap. Dan itu memberikan preseden buruk bagi penilaian nasional dan internasional," kata dia seperti dikutip Antara.

Darwis menegaskan, aparat kepolisian seharusnya mulai meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan dengan melakukan patroli secara rutin ke tempat-tempat yang dianggap rawan hingga ke pelosok Kota Jayapura.

Patroli keliling, katanya, bisa memberikan rasa aman bagi warga kota, sekaligus memperkecil ruang bagi para teroris untuk melangsungkan aksi mereka.

"Jangan sampai masyarakat sendiri mengamankan dirinya dengan caranya sendiri, karena dianggap aparat tidak mampu lagi. Negara yang harus bertanggungjawab akan masalah ini, tentunya lewat kepolisian seharusnya punya kapasitas dan keberanian lewat kerja keras mengungkap kasus ini," katanya.

Dia mengaku, dalam tiga hari belakangan ini, Kota Jayapura diteror secara beruntun dengan adanya sejumlah penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Pada Senin (4/6) malam Gilberth F M, pelajar SMU Kristen Kalam Kudus ditembak OTK di bagian dada saat melintas di daerah Skyline.

Selasa (5/6) malam terjadi dua kasus dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni tiga orang ditembak oleh OTK. Dua warga sipil ditembak dibagian perut di Jalan Sam Ratulangi tak jauh dari Mapolda Papua. Sedangkan anggota TNI, Pratu FD Kune ditembak dibagian lehernya saat melintas di jalan raya Abepura-Entrop atau depan CV Thomas.

Pada Rabu malam (6/6) sekitar pukul 21.00 WIT, seorang PNS Kodam XVII/Cenderawasih bernama Arwan ditembak oleh OTK di jalan baru dekat kantor Wali Kota Jayapura dan Kamis pagi, penembakan di dekat kampus Universitas Yapis Papua.

(mdk/ren)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami