Walhi Jabar sindir penghargaan Adipura untuk Kota Bandung

Walhi Jabar sindir penghargaan Adipura untuk Kota Bandung
Gedung Sate. ©istimewa
PERISTIWA | 20 November 2015 17:18 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Setelah penantian selama kurang lebih 17 tahun, Kota Bandung akhirnya menjadi salah satu kota yang mendapat penghargaan Adipura pada tahun ini. Kepastian itu di dapat setelah Wali Kota Bandung mengunggah surat undangan penyerahan piala Adipura di akun media sosialnya pada Kamis (19/11) malam.

Namun tanggapan berbeda justru dilontarkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar. Direktur Eksekutif Walhi Jabar Dadan Ramdan menilai Kota Bandung belum pantas mendapatkan penghargaan Adipura.

"Kita tidak sepakat Bandung mendapat Adipura. Coba lihat kawasan lain yang berada di pinggiran kota kondisinya terbengkalai," ujar Dadan kepada Merdeka.com saat ditemui di kantor Walhi Jabar, Jalan Piit, Jumat (20/11).

Dadan menuturkan, upaya yang dilakukan oleh Pemkot Bandung selama ini hanya sebatas seremonial belaka. Dadan mencontohkan penataan taman yang dilakukan oleh Pemkot Bandung hanya sebatas pada tahap pembangunan. Setelah taman selesai, tidak ada upaya monitoring untuk menjaganya.

"Coba lihat Taman Cilaki bunga-bunga sudah rusak. Hal ini terjadi karena tidak ada perawatan pasca dilakukan penataan. Jadi jangan hanya seremonial peresmian taman saja tetapi setelah itu selesai tidak ada upaya monitoring atau evaluasi dan tindakan keberlanjutan program itu," kata Dadan.

Selain itu menurutnya upaya yang dilakukan pemkot selama ini hanya berfokus untuk mengejar penghargaan. Bukan untuk mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan.

"Karena hanya mengejar penghargaan, jadi hanya titik-titik tertentu saja yang dilakukan penataan seperti jalan protokol diperbaiki, dirapikan dan ditata. Padahal problem kota itu problem keseluruhan," ujarnya.

Dadan bahkan meminta agar program pemberian Adipura dihentikan. Menurut dia pemberian penghargaan Adipura ini ini hanya membuat program yang dibuat pemerintahan di daerah menjadi responsif. Karena tujuannya kata dia, tujuannya hanya mengejar piala tidak berfokus pada program jangka panjang. Sehingga urusan-urusan pelayanan dasar yang utama justru tidak maksimal dijalankan. (mdk/frh)

Firman Utina berharap regulasi pemain U-21 ukan sekadar basa-basi

Dapat Adipura, PNS Bandung syukuran dan cukur gundul

Setelah 17 tahun, Kota Bandung raih penghargaan Adipura 2015

100 Anak yatim diajak 'blusukan' ke dapur Pizza Hut

Amdal proyek milik Sumarecon di Bandung dinilai bermasalah

Mantan pelatih Persib sebut tak ada striker jangan khawatir

Selain sebagai suporter Viking akan cetak pemain muda berkualitas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami