Walhi: Kabut Asap Terus Berulang Bukti Negara Gagal Kelola SDA

PERISTIWA | 24 September 2019 11:46 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama koalisi masyarakat sipil peduli dampak asap Karhutla menyatakan sikap atas dampak kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Diwakili oleh Kepala Advokasi Walhi, Zenzi Suhadi mereka mendesak agar pemerintah pusat bergerak cepat melakukan langkah konkret terhadap dampak Karhutla.

Zenzi menyatakan pemerintah telah gagal mencegah terjadinya karhutla. Hal itu dibuktikan dari jumlah korban terdampak asap yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kejadian kabut asap yang terus berulang dari tahun ke tahun membuktikan kegagalan negara dalam mengelola sumber daya alam," kata Zenzi di kantor Walhi, Jakarta, Selasa (24/9).

Berdasarkan catatan Walhi tercatat atas bencana ini hingga 20 September korban kabut asap mencapai 149.433 jiwa. Jumlah ini menurut Zenzi merupakan jumlah besar. Oleh karena itu, ia bersama koalisi menyerukan bahwa telah terjadi darurat kemanusiaan di Indonesia.

Ia dan koalisi juga mendesak agar pemerintah pusat melakukan langkah konkret terhadap dampak bencana karhutla tersebut. Misalnya memberikan perlindungan terhadap para pemadam api, memerintahkan pemprov ataupun pemkab membuka gedung-gedung pemerintahan sebagai tempat evakuasi korban, memberikan akses berupa berobat gratis.

"Dan membangun rumah aman dan rumah oksigen di berbagai wilayah khususnya bagi warga yang jauh dari akses gedung pemerintahan maupun dari puskesmas," tuturnya.

Baca juga:
Dampak Asap di Aceh, Jarak Pandang Terbatas dan Matahari Kemerah-merahan
Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Tengah Kabut Asap Pelalawan
Padamkan Kebakaran Hutan di 8 Kabupaten, BPBD Jambi Gelontorkan Rp1,3 Miliar
Personel BPBD Meninggal Dunia Diduga Akibat Hirup Asap saat Padamkan Karhutla
BMKG Imbau Warga Berkulit Sensitif Hati-hati dengan Hujan di Lokasi Karhutla

(mdk/rhm)