Walhi Nilai Data Kebencanaan BNPB Perlu Digaungkan Agar Kesadaran Kolektif Timbul

Walhi Nilai Data Kebencanaan BNPB Perlu Digaungkan Agar Kesadaran Kolektif Timbul
Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan. ©2020 Humas BNPB
PERISTIWA | 28 Desember 2020 08:23 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Sebanyak 1.064 peristiwa banjir terjadi sepanjang 2020, setidaknya periode 1 Januari hingga 27 Desember. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi dari data secara kumulatif ada 2.921 kejadian di Tanah Air.

Ribuan bencana alam yang terjadi, praktis mengakibatkan 6.423.072 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air. Tokoh nasional bidang kemanusiaan lingkungan hidup dan mantan pendiri Walhi (Wahanan Lingkungan Hidup Indonesia) Erna Witoelar menilai peran komunikasi sangat penting dalam penanganan isu lingkungan dan kemanusiaan.

"Komunikasi melalui berbagai saluran dan format yang merangkul berbagai pemangku kepentingan menjadi penting, termasuk merangkul dan melakukan advokasi lintas generasi," kata Erna Witoelar, seperti diberitakan Antara, Minggu (28/12).

Sementara itu, Koordinator Kampanye WALHI Edo Rakhman menambahkan pemberitaan lingkungan hidup di Indonesia meliputi trend kebencanaan dan refleksi kebencanaan yang berlangsung secara berkala seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan.

"Perlu terus digaungkan bermula dari kesadaran individu yang bertemu dengan kesadaran individu lainnya yang kemudian menjadi kesadaran kolektif," tuturnya.

Demikian disampaikan dalam rangkaian puncak penghargaan Aliansi Jurnalis Video (AJV) 2020 bidang Kemanusiaan dan Lingkungan hidup. Dalam webinar yang bertema Dampak Ekonomi Akibat Krisis Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan, Direktur Program Yayasan KEHATI Ronny Megawanto mengatakan bahwa penyampaian informasi seperti ini menjadi penting untuk mengimbangi jurnalisme konflik yang berkembang di masyarakat.

Dari 109 karya jurnalistik yang masuk, terdapat enam peserta terpilih. Yakni, Yohanes Manase dengan karya berjudul Tanah Subur Manggarai Timur Terancam Pertambangan, Aditya Erlangga dengan karya berjudul Menjaga Gajah Tangkahan, Amirudin Erlangga dengan karya berjudul Racun Ikan di Parit Sawit.

Kemudian Yose Hendra, karya berjudul Menyeru Alam, Sungai, Pohon, dan Manusia, Nahrul Hayat, karya berjudul Tanjoh dan Fandi Yogari, karya berjudul Mereklamasi Lahan Bekas Tambang Emas Menjadi Lahan Pertanian Produktif.

Flory Shanti Dewi yang mewakili tim juri mengatakan, penilaian menekankan aspek kesesuaian tema, orisinalitas, teknik dan artistik, serta terpenuhinya unsur-unsur peliputan jurnalistik.

Karya-karya tersebut telah ditayangkan di media arus utama atau media sosial peserta pada kurun waktu 1 Desember 2019 hingga 30 November 2020. Ajang Penghargaan kali ini merupakan yang pertama dan akan dilanjutkan.

Sementara itu, 2.921 kebencanaan yang dicatat BNPB sepanjang 2020, dengan rincian 16 gempa bumi, tujuh erupsi gunung api, 326 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan 29 kejadian, 570 peristiwa tanah longsor, 872 puting beliung, gelombang pasang atau abrasi 32 kejadian dan satu bencana nonalam yakni pandemi Covid-19.

Selain jutaan jiwa mengungsi, BNPB juga melaporkan sebanyak 370 orang meninggal dunia, hilang 39 orang serta luka-luka 356 jiwa. Bencana yang terjadi sepanjang 2020 juga membawa kerugian materi dengan total rumah rusak atau terdata sebanyak 42.430 unit dengan rincian rusak berat 10.109, rusak sedang 6.161 unit rumah, dan rusak ringan 26.160 unit.

BNPB juga melaporkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan dengan total 1.543 unit dengan rincian 672 fasilitas pendidikan, 728 unit rumah ibadah dan 143 fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, juga dilaporkan sebanyak 134 gedung perkantoran rusak serta 441 unit jembatan rusak yang tersebar di sejumlah provinsi.

Terkait dampak bencana nonalam yakni pandemi Covid-19 yang ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional pada 13 April 2020, hingga kini BNPB melaporkan 713.365 jiwa terkonfirmasi Covid-19.

Selanjutnya, 21.237 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 583.676 jiwa berhasil sembuh atau pulih.

Terakhir, jika melihat sebaran peta kejadian bencana alam, Pulau Sumatera mendominasi dibanding pulau lainnya. Diikuti Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan serta beberapa kejadian di Papua. (mdk/rhm)

Baca juga:
Data BNPB Sepanjang 2020: Banjir, Bencana Alam Paling Banyak Terjadi
3 Kabupaten di Sumsel Tetapkan Status Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Jelang Natal, Badai Es Melanda New York
Gaya Blusukan Ratu Spanyol ke Tempat Penampungan Badai Eta
Banjir Terjang 11 Kecamatan di Cilacap, Ini 3 Faktanya
BNPB Catat 2.676 Bencana Terjadi Sepanjang 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami