Wali Kota Bengkulu Naikkan Anggaran Penanganan Covid-19 dari Rp200 M Jadi Rp204 M

Wali Kota Bengkulu Naikkan Anggaran Penanganan Covid-19 dari Rp200 M Jadi Rp204 M
PERISTIWA | 6 April 2020 14:37 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bengkulu ternyata urung merealokasi anggaran penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) sebesar Rp200 miliar. Pemkot Bengkulu justru menaikkan anggaran menjadi Rp204 miliar. Demikian disampaikan Wali kota Bengkulu Helmi Hasan.

"Kita memang beda-beda tipis, memang tidak Rp200 miliar tapi Rp204 miliar. Ya ada kesalahan, mohon maaf," kata Helmi didampingi Wakil Walikota Dedy Wahyudi kepada awak media massa, Senin (6/4).

Anggaran Rp204 miliar itu pertama akan dialokasikan ke RSHD Kota Bengkulu. Karena menurutnya ini yang paling vital. Termasuk membuat beberapa rumah sakit penunjang. Alokasi anggaran juga diperuntukkan untuk Alat Pelindung Diri (APD), masker dan alat kesehatan lainnya.

"Sehingga tidak boleh ada masyarakat kesulitan mencari masker, pemerintah akan sediakan, masker yang sesuai standar. Begitupun APD-APD kita akan pesan, sehingga tidak ada tenaga medis kita yang tidak menggunakan APD, bahkan juga penjaga-penjaga pintu terbang kita, Kepolisian, TNI, Perhubungan, Satpol PP, BPBD, semua yang bertugas akan dipakaikan seragam itu (APD)," terangnya.

Selain di sektor kesehatan, anggaran penanganan Covid-19 juga dialokasikan ke sektor sosial melalui Dinas Sosial Kota Bengkulu.

"Ini penting juga untuk memastikan masyarakat kita yang terdampak ekonomi, karena yang paling banyak ini terdampak ekonomi, karena pemerintah merumahkan para siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi, pemerintah juga merumahkan sebagian besar ASN. Tentu ini berdampak besar bagi masyarakat yang mengandalkan ekonomi dari banyaknya orang, ini juga kita hitung," tegasnya.

"Apa yang kita sediakan melalui dinas sosial, tidak boleh ada satu warga Kota Bengkulu pun yang tidak mendapatkan sembako, sembako akan kita sediakan, khususnya beras yang paling fundamental, kalaupun mereka mampu berikan kepada yang tidak mampu. Target kita 100 persen warga Kota Bengkulu tetap bahagia walaupun ada wabah Covid, maka sembako sangat penting, masyarakat sangat membutuhkan itu, terutama beras, itulah yang akan disediakan oleh pemerintah," lanjut Helmi.

Kemudian sektor keamanan, juga menjadi tujuan alokasi anggaran penanganan Corona. "Pemerintah juga memahami perlu juga untuk meningkatkan soal keamanan, maka ini juga ada anggaran untuk keamanan, ini kita sediakan. Sehingga masyarakat betul-betul merasa aman walaupun sekarang ini wabah Covid ada di mana-mana," tukasnya.

Lebih lanjut Pemkot Bengkulu juga mengalokasikan ke program ketahanan pangan melalui Dinas Pertanian Kota Bengkulu.

"Kita akan melakukan gerakan menanam berjuta-juta pohon-pohon bermanfaat, apakah kelapa, apakah umbi-umbian, apakah pisang, apakah kacang-kacangan, sayur-sayuran, cabai-cabaian, tomat-tomatan, semuanya yang bermanfaat kita tanam. Jangan biarkan satu jengkal tanah pun tidak tertanam," ujar Helmi.

Program ketahanan pangan ini juga dilatarbelakangi kondisi perekonomian saat ini. Dollar yang terus bergerak naik, apalagi akan masuk bulan suci Ramadan, lalu hari raya Idul Fitri, di mana kecenderungannya harga-harga, khususnya bahan pokok meroket tajam.

"Ditambah sekarang ini ada Covid-19 yang makin hari makin memperlihatkan grafik menaik, belum menurun, harapan kita menurun. Segala daya upaya telah dilakukan tetapi masih terus begitu, Amerika yang nomor satu hari ini luar bisa, oleh karena itu ketahanan pangan juga menjadi sangat penting untuk pemerintah perhatikan dan persiapkan," bebernya.

Walikota Bengkulu dua periode inipun menegaskan, anggaran Rp204 miliar itu bukan untuk dihabis-habiskan tanpa kontrol. Supaya penggunaannya tidak disalahgunakan, walikota meminta pendampingan pihak kejaksaan, kepolisian dan BPKP agar diawasi secara ketat.

"Kita ingin Rp204 miliar ini tepat sasaran, betul-betul bisa mencegah tersebarnya Covid-19 dan juga mencegah dampak yang ditimbulkan virus ini, terutama dampak ekonomi," tandas Helmi. (mdk/hhw)

Baca juga:
Gubernur DKI Jakarta Serukan Warga Wajib Gunakan Masker
Antisipasi Corona, Bayi Baru Lahir di Thailand Dipakaikan Tameng Wajah
Polisi Sebut Tangkap Lebih Dari 3.000 Warga Nekat Berkerumun di Tengah Pandemi
Pemkot Tangerang Keluarkan Kebijakan Jam Operasional Tempat Makan, Ini Uraiannya
Pemerintah Pusat Harus Beri Kewenangan Pemda Tetapkan PSBB untuk Cegah Covid-19
Perlahan, Warga di DKI Mulai Patuhi Anjuran Pakai Masker

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami