Wali Kota Bengkulu Tutup Eks-Lokalisasi

Wali Kota Bengkulu Tutup Eks-Lokalisasi
PERISTIWA | 9 April 2020 12:34 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Kawasan eks lokalisasi atau tempat praktik prostitusi di Kota Bengkulu, Kamis (9/4/2020) resmi ditutup lagi oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dengan tegas mengatakan tidak boleh lagi ada aktivitas prostitusi di wilayah RT 8 tersebut.

Wali Kota juga meminta petugas yang standby di posko depan eks lokalisasi untuk melarang siapapun orang yang datang atau mau masuk ke RT 8 kecuali warga yang memang sudah menetap atau berdomisili di RT 8 tersebut.

Hal ini ditegaskan Helmi saat meninjau langsung posko Covid-19 di depan gang masuk eks lokalisasi Pulau Baii Kecamatan Kampung Melayu bersama Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi. Sudah dipasang spanduk ukuran besar di sana dengan tulisan 'Ditutup!'.

"Di koran saya baca berita ada pemuda dilaporkan ke polisi karena membayar wanita di dalam sana menggunakan uang palsu. Artinya di dalam sana masih ada aktivitas prostitusi. Padahal dulu sudah pernah ditutup. Maka hari ini ditutup lagi oleh pemerintah," tegas Helmi.

Helmi juga memberi semangat kepada petugas yang berjaga di posko, tim dari Satpol PP, Damkar, dinas kesehatan, BPBD, TNI dan Polri. Plt Kasatpol PP Kota Bengkulu Saipul Apandi mengatakan setelah di data ada 47 KK yang tinggal di RT 8 Kelurahan Sumber Jaya (eks lokalisasi).

"Kita sudah data. Setiap yang keluar masuk wajib kita data. Orang luar tidak ada yang boleh masuk," jelas Saipul. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami