Wali Kota Bogor Diperiksa Bawaslu Terkait Pose 1 Jari

PERISTIWA | 11 Januari 2019 19:50 Reporter : Radeva Pragia Bempah.

Merdeka.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor, Jumat (11/1). Kedatangan orang nomor satu di Kota Bogor itu untuk memenuhi pemeriksaan terkait pose satu jari yang dilakukan Bima ketika Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin berkunjung ke Yayasan Al Ghazali, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/1).

"Jadi, saya memenuhi undangan dari rekan-rekan Bawaslu. Tadi itu diminta keterangan berdasarkan viral pemberitaan terkait kedatangan saya waktu itu dan simbolisasi angka satu," ucap Bima.

Bima menjelaskan, maksud kedatangannya ke Yayasan Al Ghazali yang dihadiri oleh Ma'ruf Amin itu untuk memenuhi undangan dari yayasan tersebut.

Kata Bima, di saat dia tiba di lokasi, ia diminta untuk duduk di samping Ma'ruf Amin.

Sambung Bima, di saat itu juga, secara spontan teman-teman wartawan menanyakan maksud dan tujuan kedatangan dalam acara itu.

"Ketika ditanya, secara reflek saya menyebutkan hanya satu. Dan ketika menyebutkan itu disertai dengan penekanan, penguatan makna secara simbolis. Itu barang kali yang ditafsir macam-macam," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan informasi atau data awal.

Selanjutnya, melalui tim investigasi pengumpulan data tersebut akan diplenokan di Bawaslu Kota Bogor.

"1-2 hari ini hasilnya keluar. Paling telat Selasa. Kalau nanti dalam pemeriksaan data itu tidak terpenuhi unsur kampanye, maka kasusnya close sampai di sini," pungkas dia.

Baca juga:
Timses Prabowo Minta Bawaslu Usut Dugaan Dana Kampanye Jokowi dari Pihak Ketiga
Bawaslu Putuskan Pose Dua Jari Anies Baswedan Tak Melanggar Pidana Pemilu
Anis Baswedan Sarankan Bawaslu Fokus Pada Hal Substantif
Tolak Politisasi Agama, Ratusan Orang Geruduk Bawaslu Kota Solo
Bawaslu Jateng Bakal Awasi Aksi Alumni 212 di Solo

(mdk/cob)