Wali Kota FX Rudy: Anak-Anak Solo Tidak Bisa Sekolah di Solo, Ini kan Lucu

Wali Kota FX Rudy: Anak-Anak Solo Tidak Bisa Sekolah di Solo, Ini kan Lucu
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) saat menyampaikan sambutan di sela kunjungan kerjanya di Gedung Nega. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 4 Juli 2020 23:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menyesalkan banyak warganya yang tidak bisa bersekolah akibat penerapan sistem zonasi. Para siswa terutama untuk SMP dan SMA banyak yang harus menempuh pendidikan di kabupaten tetangga, Sukoharjo.

Untuk SMP, lanjut Rudy, pihaknya bisa saja melakukan pemerataan sekolah dengan memindahkan sejumlah gedung sekolah negeri yang di satu lokasi. Misalnya SMPN 5, SMPN 3 dan SMPN 10 yang ada di satu lokasi. Dua SMPN di antaranya saat ini telah dipindahkan lokasinya sesuai kebutuhan. Namun untuk tingkat SMA, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena menjadi kewenangan provinsi.

"SMA dan SMK yang ngumpul itu seharusnya dipindahkan. Laweyan, Pasarkliwon butuh. Kalau (Pemprov) enggak punya tempat, kita itu ada tempat yang dipakai sekolah nanti," ujar Rudy, Sabtu (4/7).

"Kita menawarkan supaya anak-anak sekolahnya tidak di Sukoharjo terus lah. Wong Solo kok sekolahnya di luar itu kan lucu," keluhnya.

Rudy menyebut, gedung sekolah SMA sederajat saat ini banyak di wilayah Kecamatan Banjarsari, Jebres, serta sebagian Serengan. Sedangkan Kecamatan Laweyan dan Pasarkliwon tidak ada sekolah SMA. Sehingga anak-anak di sana harus sekolah di Sukoharjo. Seperti di Banjarsari, gedung SMAN 1 dan SMAN 2 dua berdiri dalam satu lokasi, di Jalan Monginsidi. Rudy tidak mengetahui apakah salah satu sekolah tersebut akan dipindahkan.

"Ya itu terserah pak Gubernur dong. Kalau saya yang mengelola pasti seperti kemarin (dipindahkan)," tandasnya.

Rudy mengaku sudah menyampaikan keluhan masyarakat tersebut ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan. Menurut Rudy, Pemprov Jateng baru akan melakukan evaluasi, meskipun pengajuan perpindahan gedung sekolah tersebut sudah diajukan pada tahun sebelumnya.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, bahwa anak-anak Solo tidak bisa sekolah di Solo. Ini kan lucu, lucu. Kita sudah mengajukan terus namun tidak pernah direalisasikan most," pungkas Rudy. (mdk/cob)

Baca juga:
PPDB Jalur Bina RW Dinilai Hanya akan Menimbulkan Masalah Baru
Catat! Ini Tahapan PPDB Jalur Zonasi Bina RW di Jakarta
Mendikbud Bakal Kaji SK Disdik DKI Soal Kriteria Usia PPDB
Gubernur Ganjar Inspeksi Verifikasi Faktual PPDB di Semarang
Siasati Sistem Zonasi, Sejumlah Wali Murid di Jember Diduga Manipulasi Data Domisili
Pontang-Panting Mencari Sekolah Negeri Karena Terbentur Zonasi dan Usia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami