Wali Kota Solo akan Mengkarantina Pemudik yang Nekat Pulang

Wali Kota Solo akan Mengkarantina Pemudik yang Nekat Pulang
PERISTIWA | 3 April 2020 12:07 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Meski tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang membolehkan masyarakat pulang kampung atau mudik di tengah wabah corona, Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo mengaku tidak bisa melarang pemudik yang pulang. Namun ia tetap berharap warga Solo yang berada di luar kota agar menunda niatnya demi mencegah penyebaran corona.

"Kalau kita mau melarang itu ya enggak bisa, itu hak mereka mau pulang kok. Cuma kita minta untuk terminal dan stasiun untuk menyediakan hand sanitizer, dan cek pemudik supaya benar-benar dalam kondisi sehat," ujar Rudy, Jumat (3/4).

"Menghalangi salah, tidak ya salah. Namun kalau mau ke rumah orang tua enggak boleh, hak saya menghalangi apa. Pasti akan ada pro dan kontra. Namun yang zona merah harapan saya tidak pulang," tandasnya.

Kendati tidak melarang, Rudy menegaskan jika nantinya para pemudik nekat, khususnya yang ber-KTP Solo akan dikarantina selama 14 hari. Pihaknya sudah menyiapkan lima armada bus Batik Solo Trans (BST) yang disiagakan di tempat-tempat yang menjadi lokasi penurunan penumpang. Yakni di tiga stasiun dan terminal di Solo. Bus bus tersebut akan membawa pemudik ke tempat karantina di Grha Wisata, Sriwedari.

"Ini salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehingga pemerintah kota menyiapkan lima kendaraan bus yang nanti akan ditempatkan di Stasiun Jebres, Solo Balapan, Purwosari, Terminal Tirtonadi dan Bandara Adi Soemarmo," katanya.

Rudy mengemukakan, kelima bus tersebut akan disterilisasi secara berkala dengan penyemprotan disinfektan demi kesehatan pemudik. Bus tersebut juga dilengkapi masker dan hand sanitizer. Untuk keperluan tersebut Rudy mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala terminal, stasiun maupun pengelola bandara.

"SOP baru kita buat. Sistem penjemputan dan karantina ini akan dibuat dan nanti akan disampaikan kepada masyarakat," pungkas dia. (mdk/cob)

Baca juga:
Mensesneg Luruskan Pernyataan Jubir Presiden soal Warga Boleh Mudik Lebaran
Upaya Pemutusan Rantai Penularan Covid-19 Bisa Rusak Bila Pemudik Pulang Kampung
Mensesneg Ralat Jubir Presiden, Pemerintah Harus Tegas Batasi Mudik
PSI: Mudik Tahun Ini Harus Dilarang, Imbauan Tak Cukup
PT KAI dan Dishub Pantau Pemudik di 3 Stasiun Solo
Ridwan Kamil Perketat Kedatangan Pemudik dari Segala Lini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami