Wali Kota Tangsel Airin Setuju Wacana Sertifikat Pra Nikah Calon Pengantin

PERISTIWA | 22 November 2019 04:03 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menanggapi positif wacana sertifikasi bagi calon pengantin yang diwacanakan Kementerian Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia Kebudayaan atau Kemenko PMK. Dia beranggapan pemahaman pra nikah bagi pasangan calon menjadi penting dalam membina hubungan rumah tangga.

"Saya tahu tujuan Pak Menteri, karena saya ada di situ waktu itu. Menurut saya itu benar. Karena menikah bukan hanya cinta, tapi mesti tahu bagaimana misalnya mohon maaf dalam tanda kutip ‘pada saat melakukan’, bagaimana agar hamil anaknya sehat, itu kan harus diajarin," ujar Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany Kamis (21/11).

Sertifikasi yang diwacanakan pemerintah bagi pasangan calon, pada masa pra nikah itu lebih bersifat edukasi. Agar kedua pasangan mengetahui seluk beluk dalam membangun hubungan suami-istri dan orang tua dalam pengasuhan anak.

"Jadi tujuannya lebih kepada mengedukasi calon suami, calon istri, calon ayah, calon ibu. Menurut saya itu benar," jelasnya.

Namun begitu, Airin mengaku belum mengetahui secara detail bentuk dari rencana program sertifikasi tersebut.

"Apakah bentuknya sertifikat atau apa, menurut saya penting bagi pasangan yang mau nikah harus tahu," tegasnya.

Istri dari terpidana korupsi Tubagus Chaeri Wardana itu, menceritakan waktu pra pernikahannya dulu hanya diberikan sedikit informasi mengenai pernikahan.

"Jadi saya waktu dulu mau nikah, cuma diajarkan bagaimana tentang agama, tentang hidup baik dan lainya. Tapi tak kala pentingnya adalah edukasi. Misalnya bagaimana edukasi tentang sex, edukasi tentang melahirkan anak yang sehat di 1000 hari pertama mulai dari pra kehamilan, sampai kandungan di dalam perut kita sampai bayi lahir dan sampai usia 2 tahun. Kalau dulu saya kan malu menanyakan itu ke orang tua, kalau anak sekarang sih tidak malu ya, jadi beda anak sekarang. Nah itu perlu, kalau ke orang lain kan nyaman nanya-nanyanya," jelas Airin.

1 dari 1 halaman

Latar Belakang Sertifikat Pra Nikah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, sertifikat nikah bukan hal yang baru.

"Itu bukan hal baru. Kemenag sudah melaksanakan namanya Kursus Calon Pengantin," ucap Muhadjir, Jumat (15/11).

Dia menuturkan, yang membedakan, kali ini cakupan fungsi dan materinya diperluas. Serta melibatkan kementerian dan lembaga lainnya.

"Cakupan fungsi dan materinya yang akan diperluas dengan melibatkan kementerian kesehatan, PPPA, Menkop, Kemenpora, dan terutama BKKBN," ungkap Muhadjir.

Dia menegaskan, sertifikat nikah ini untuk pembekalan calon pasangan muda. "Agar betul-betul siap mengarungi hidup rumah tangga," tegas Muhadjir.

Muhadjir menindaklanjuti kewajiban kepemilikan sertifikat nikah untuk pasangan yang hendak menikah. Hal itu terkait edukasi kesehatan kepada pengantin baru setelah baru menikah.

"Setiap siapapun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan berkeluarga, terutama dalam kaitannya dengan reproduksi. Karena mereka kan akan melahirkan anak yang akan menentukan masa depan bangsa ini," kata Muhadjir di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 November 2019. (mdk/noe)

Baca juga:
Kemenko PMK: Tak Ikut Bimbingan Pranikah Bukan Berarti Tidak Boleh Menikah
Sebelum Wacana Sertifikat Pra Nikah, Kemenag Tangerang Sudah Terapkan Kursus Nikah
Menko Muhadjir Sebut Sertifikasi Pranikah Pengembangan Program Suscatin Kemenag
Muhadjir Sebut Pembekalan Pranikah untuk Atasi Calon Keluarga Miskin
Menko PMK: Sertifikat Nikah Agar Calon Pengantin Siap Berumah Tangga
VIDEO: Wapres Ma'ruf Amin Jelaskan Tujuan Sertifikasi Perkawinan