Wali Kota Tasikmalaya Imbau Warga Tak Datang ke Jakarta Atas Hasil Putusan MK

PERISTIWA | 17 Juni 2019 03:30 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengajak warga menunggu hasil sidang sengketa Pemilu 2019 yang saat ini berproses di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menyebut bahwa proses penyelesaian sengketa Pemilu di MK adalah langkah konstitusional yang harus dihormati.

"Kita harus percaya itu semua akan selesai sesuai koridor yang ada. Apapun hasil keputusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum merupakan hal yang harus diterima dengan lapang dada, karena hasil itu merupakan keputusan yang sesuai jalur hukum," kata Budi.

Dengan melihat hal tersebut, menurut Budi warga tidak perlu datang ke Jakarta, apalagi harus sampai membuat kerusuhan. Menurutnya, hal yang paling tepat adalah menunggu putusan dan menyelesaikan dengan baik karena menjaga persatuan dan kesatuan merupakan modal yang sangat besar untuk membangun negara.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, Ade Sugianto menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan segala hal yang bersifat destruktif terkait penyelesaian sengketa Pemilu 2019.

Ade mengaku mendukung aparat keamanan agar tidak ragu menindak tegas oknum yang melakukan tindakan kekerasan, intimidasi, dan segala hal yang bersifat destruktif itu.

"Saya juga mengimbau agar warga Tasik tidak ikut-ikutan untuk menggunakan kekerasan atau penyelesaian yang inkonstitusional. Kita percayakan sepenuhnya kepada institusi yang berwenang," katanya.

Baca juga:
Kubu Prabowo Minta LPSK Lindungi Saksi Sidang Sengketa Pilpres
Bukti Gugatan Pilpres Prabowo-Sandi di MK Dianggap Tidak Kuat
Diskusi dengan LPSK, Ini 5 Hal yang Dibahas Tim Hukum Prabowo-Sandi
Sandiaga Senang Pendukungnya Tak Gelar Aksi Demo saat Sidang MK
Sambangi Kediaman Zulkifli Hasan, Sandiaga Bahas Sidang Sengketa Pilpres di MK
TKN Nilai Dalil Tambahan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Tak Sesuai Peraturan MK

(mdk/ded)