Wamenkes: Tahap Awal Vaksin Johnson & Johnson Didistribusikan ke Daerah Aglomerasi

Wamenkes: Tahap Awal Vaksin Johnson & Johnson Didistribusikan ke Daerah Aglomerasi
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. ©Youtube Sekretariat Presiden
NEWS | 11 September 2021 13:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia kedatangan perdana 500.000 dosis vaksin Covid-19 produksi Johnson & Johnson yang merupakan hasil bantuan dari pemerintah Belanda, Sabtu (11/9). Untuk tahap awal, vaksin Johnson & Johnson akan didistribusikan ke daerah-daerah aglomerasi.

"Bulan ini, untuk pertama kalinya kita menerima vaksin Johnson & Johnson dalam bentuk vaksin jadi berjumlah 500.000 dosis," ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden.

"Di tahap awal ini, vaksin Johnson akan didistribusikan ke daerah aglomerasi," sambungnya.

Dia memastikan bahwa vaksin Johnson & Johnson telah mendapat izin penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan begitu, vaksin Johnson & Johnson aman untuk disuntikan ke masyarakat.

"Vaksin johnson telah mendapatkan EUA dari BPOM pada 7 September lalu. Akan dipakai untuk masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas dengan dosis tunggal sebanyak 0,5 mililiter intramuscular," jelasnya.

Dante mengingatkan masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi nasional untuk mengurangi risiko apabila terpapar Covid-19. Kendati begitu, dia meminta masyarakat untuk tidak memilih-milih merek vaksin virus corona.

"Tidak usah pilih-pilih vaksin.Vaksin terbaik adalah yang tersedia saat ini. Kalau kita menunda vaksinasi kita akan terpapar virus dan dampaknya akan lebih parah," tutur Dante.

Sebelumnya, vakksin Johnson & Johnson ini nampaknya bisa memberikan perlindungan yang memadai terhadap virus corona varian Delta yang mengkhawatirkan. Perusahaan Johnson & Johnson menyatakan suntikan booster atau pemberian dosis ke-2 vaksin Johnson & Johnson dapat meningkatkan kadar antibodi secara tajam.

Dikutip dari Al Jazeera, berdasarkan data sementara dari dua uji coba tahap awal, diperoleh bukti bahwa dosis ke-2 vaksin Johnson & Johnson menghasilkan tingkat antibodi yang mengikat sembilan kali lebih tinggi dari tingkat 28 hari setelah seseorang menerima dosis pertama.

Vaksin Johnson & Johnson merupakan vaksin Covid-19 yang berasal dari Amerika Serikat. Seperti diketahui vaksin ini hanya diberikan dalam satu dosis.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Baca juga:
Indonesia Dapat Hibah 500 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson dari Belanda
Vaksinasi Dosis Pertama Covid-19 Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Capai 60 Persen
9 Vaksin Sudah Mendapatkan EUA dari BPOM, Masyarakat Diminta Tak Pilih-Pilih Vaksin
Partai Gerindra Gelar Vaksinasi di Lampung, Target Suntikkan 20 Ribu Dosis
Kunjungan ke NTB, Kapolri Harap Target Vaksinasi Tercapai Sebelum Moto GP Digelar
Empat Tahap Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air dalam Sehari

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami