Wamenlu: Indonesia Negara Paling Aktif Promosikan Dialog Lintas Agama

PERISTIWA | 20 September 2019 10:18 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman M Fachir menyampaikan, Indonesia adalah negara yang paling aktif mempromosikan dialog lintas agama. Dialog lintas agama bertujuan untuk membangun toleransi antar umat beragama demi terciptanya perdamaian dunia. Berbagai agenda dialog lintas agama telah dilaksanakan di Indonesia yang diinisiasi organisasi kemasyarakatan seperti NU dan Muhammadiyah.

"Kita adalah negara yang paling aktif mempromosikan dialog lintas agama. Tujuannya berbagi tentang kearifan nasional dan kearifan lokal mengenai toleransi dan dialog, tapi di saat yang sama kita mengedukasi diri kita sendiri agar kita tetap menjaga semangat toleransi dan dialog," jelasnya dalam pembukaan Hari Santri Nasional di Kementerian Agama, Kamis (19/9) malam.

Fachir menyampaikan, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan ormas Islam di Indonesia. Beberapa waktu lalu pihaknya bekerja sama dengan NU menyelenggarakan International Conference of Islamic Scholars yang diinisiasi KH Hasyim Muzadi. Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan Muhammadiyah dalam penyelenggaraan World Peace Forum yang digagas Din Syamsuddin.

"Kita gelar dialog lintas agama dengan 42 negara mitra dialog kita," sebutnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional, dia berharap para santri bisa meningkatkan kapasitas dan kemampuan berinteraksi dengan dunia internasional dan berkontribusi dengan berbagai badan perdamaian dunia. Mewujudkan perdamaian dunia juga merupakan amanat konstitusi.

Fachir mengingatkan, setelah 10 tahun Indonesia merdeka, digelar Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955. KAA melahirkan sejumlah negara merdeka di kawasan Asia dan Afrika. Namun demikian sampai saat ini tugas belum selesai. Dia menyebut Indonesia masih berutang terhadap satu negara yang menjadi peserta KAA yaitu Palestina.

"Kita berutang kemerdekaan pada Palestina. Karena itu kita harus memperjuangkan kemerdekaan Palestina," tegasnya.

Selama ini Indonesia juga turut berkontribusi bagi perdamaian dunia. Indonesia merupakan penyumbang pasukan perdamaian terbesar kedelapan di dunia dari total 121 negara. Sekitar 4 ribu pasukan perdamaian asal Indonesia tersebar di berbagai belahan dunia.

"Itu adalah bagian dari kontribusi kita buat perdamaian dunia. Karena itu salah satu yang menjadi pedoman diplomasi kita adalah diplomasi kemanusiaan dan diplomasi perdamaian," jelasnya.

Baca juga:
Quraish Shihab: Orang yang Mencintai Tuhan Tidak akan Cepat Marah
Kardinal Ignatius Suharyo: Paus Ingin Menampilkan Wajah Harmoni Indonesia
Harmoni Antar Umat Beragama di Kaki Gunung Lawu
Toleransi Beragama di Kampung Eks Tapol PKI
Imam Besar Ghana Hadiri Misa di Gereja Demi Perdamaian Antaragama
Kebersamaan Komunitas Muslim Tionghoa Indonesia Sajikan Menu Berbuka Puasa

(mdk/bal)