Wapres akan Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid untuk Atlet dan Pelatih

Wapres akan Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid untuk Atlet dan Pelatih
Wapres Maruf Amin. ©Antara
PERISTIWA | 26 Februari 2021 08:52 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin akan meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para atlet, pelatih, dan tenaga pendukung di Istora Senayan Jakarta, Jumat (26/2) pagi ini. Nantinya Ma'ruf akan didampingi oleh Menpora menuju tempat peninjauan vaksinasi Covid-19 dan akan memantau pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Program vaksinasi perdana untuk para atlet, pelatih, dan tenaga pendukung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah melakukan percepatan vaksinasi, khususnya untuk kelompok masyarakat tertentu yang diprioritaskan setelah tenaga kesehatan.

Peserta vaksin berjumlah 808 personil yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang berasal dari 40 organisasi dari 39 induk organisasi cabang olahraga dan 1 National Paralympic Committee. Pelaksanaan vaksin oleh para atlet yang juga merupakan figur publik ini diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Sebelumnya diketahui pemerintah Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengungkap target vaksinasi kepada jutaan masyarakat. Indonesia melalui PT Bio Farma telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac untuk penyediaan 125,5 juta dosis vaksin.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri secara virtual Konferensi Internasional bertajuk 'Tackling The COVID-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, And Social Perspectives' yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (23/2).

Pemerintah sudah menyusun program vaksinasi Covid-19 dengan sasaran 181,5 juta jiwa. Untuk merealisasikannya, dibutuhkan vaksin sebanyak 426,8 juta dosis vaksin

Jumlah itu dibagi kepada 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2021. Kemudian periode Februari hingga Juni 2021, ditargetkan 17,4 juta petugas publik dan 21,5 juta warga kategori lansia.

Lalu, periode Maret atau April hingga Desember 2021, ditargetkan 63,9 juta masyarakat di wilayah kategori risiko tinggi dan 77,4 juta orang lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

"Indonesia melalui PT Bio Farma telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac untuk penyediaan 125,5 juta dosis vaksin jadi (3 juta dosis siap digunakan) dari November 2020 hingga Maret 2021 serta penyediaan pasokan vaksin curah (bulk) setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021," ucap dia. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami