Wapres JK Minta Pancasila Tak Dijadikan Bahan untuk Doktrinasi

PERISTIWA | 15 Agustus 2019 13:50 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Kongres Pancasila XI di UGM. Dalam pidatonya, JK meminta para pakar, akademisi dan masyarakat agar dalam Kongres Pancasila XI membahas serta memaknainya secara sederhana.

JK mengungkapkan Pancasila yang digagas oleh Presiden Soekarno memiliki penafsiran yang tegas dan sederhana. Hanya saja saat ini banyak pihak yang mencoba menafsirkan Pancasila dengan tafsirannya masing-masing.

"Dalam sejarahnya, Soekarno melahirkan Pancasila dengan penafsiran yang sederhana dan tegas. Namun perjalanan sejarah menjadikan penafsiran Pancasila berbeda, tergantung siapa penafsirnya," ungkap JK di lokasi, Kamis (15/8).

JK menyebut bahwa Pancasila adalah dasar atau pondasi bangsa. Pancasila sendiri dinilai JK memiliki tujuan yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Sedangkan tugas pemerintah atau negara adalah membuat program atau kebijakan dengan dasar Pancasila dan bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

JK meminta agar Pancasila tak dijadikan sebagai bahan untuk doktrinasi. Selain itu Pancasila disebut JK juga jangan hanya dijadikan tema untuk seminar saja.

"Jadi jangan Pancasila itu dipersulit lah, jangan jadi tema seminar saja dan jangan jadi bahan indoktrinasi. Sebab indoktrinasi ini tidak akan menuai hasil jika kebutuhan dasar bangsa yaitu kesejahteraan ekonomi dan keadilan tidak terpenuhi," urai JK.

JK berpesan agar dalam Kongres Pancasila XI pembahasan bisa dilakukan secara sederhana dan mudah dipahami. Sehingga masyarakat bisa mudah memahami Pancasila.

"Saya meminta kongres ini menyederhanakan pembahasan Pancasila sehingga semakin banyak orang paham. Makin dipersulit, susah dipahami. Bagaimana Pancasila bisa dihayati jika tidak bisa dipahami," tegas JK.

(mdk/eko)