Wapres Ma'ruf Ajak Swasta Terlibat Program Inklusi untuk Kelompok Disabilitas

Wapres Ma'ruf Ajak Swasta Terlibat Program Inklusi untuk Kelompok Disabilitas
PERISTIWA | 14 Januari 2021 18:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan membangun masyarakat inklusi adalah dengan keterbukaan, keramahan, dan saling menghargai dan merangkul perbedaan. Menurut Ma'ruf, hal itu bertujuan untuk membuka kesempatan bagu seluruh komponen bangsa termasuk penyandang disabilitas.

"Masih ada kesulitan dirasakan penyandang disabilitas. Hal ini dapat menghambat perwujudan kesamaan hak dan kesempatan menuju kehidupan tanpa diskriminasi," kata Ma'ruf dalam Acara Dialog Indonesia Inklusi sekaligus Penutupan Temu Inklusi Nasional Ke-4 Tahun 2020 secara daring, Kamis (14/01/2021).

Ma'ruf menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat, untuk mendukung secara optimal program-program inklusi bagi penyandang disabilitas. Tujuannya, agar tercipta kelompok disabilitas yang mampu melahirkan karya sesuai bidang dan keahliannya.

"Kualitas sumber daya manusia penyandang disabilitas terus ditingkatkan, sehingga mampu berpartisipasi dan berkarya pada semua bidang, yang setara dengan seluruh warga negara Indonesia," harap dia.

Sebagai informasi, komitmen pemerintah untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia penyandang disabilitas terkait dengan arah kebijakan pembangunan Indonesia tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Tujuannya untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, yaitu sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter. Dalam mencapai tujuan tersebut, kebijakan pembangunan manusia salah satunya untuk pemenuhan pelayanan dasar dan perlindungan sosial sepanjang hayat bagi semua.

"Peningkatan produktivitas dan daya saing angkatan kerja dengan pendekatan siklus hidup dan bersifat inklusi, termasuk memperhatikan kebutuhan penduduk usia lanjut maupun penduduk penyandang disabilitas," kata Wapres.

Mengacu pada data Susenas 2018 di BPS, Data Riskesdas 2018 di Kemenkes, dan data Kemensos 2021 yang dihimpun melalui Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD), hingga tanggal 13 Januari 2021, jumlah penyandang disabilitas yang terdata sejumlah 209.604 individu.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Menaker Ida Minta Pemda Punya Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan
Semangat Para Disabilitas dalam Pertandingan Sepak Bola Amputasi di Jember
Semangat Pesepak Bola Disabilitas Melawan Keterbatasan
Refleksi Implementasi UU No 8 Tahun 2016, Penyandang Disabilitas Menagih Janji
Semangat Mahasiswa Disabilitas Ikuti Kelas Terapi Wirausaha
Guratan Indah di Balik Hening Pembatik Disabilitas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami